Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Di sela hiruk-pikuk rangkaian ibadah haji, di balik dapur besar Astoneast Catering Madinah, aroma rempah khas Indonesia justru lebih dominan daripada cita rasa Arab gurun.
Bukan sekadar dapur biasa, tempat ini adalah 'rumah rasa; bagi ribuan orang jamaah haji Indonesia yang rindu cita rasa kampung halaman.
Baca Juga
Benarkah Kisah Nabi Kecil Dititipkan ke Halimatus Sa'diyah Jadi Justifikasi Daycare?
6 Perjalanan Kereta Api di Daop 2 Bandung Dibatalkan Imbas Tabrakan KRL di Bekasi
Hotman Paris Sebut Lukminto 'Disikat' Usai Danareksa Gagal Kuasai Sritex
Bumbu Bali, rendang, balado, hingga opor berbaur menjadi satu dalam setiap kiriman menu yang dikelola langsung oleh tangan-tangan terampil mukimin asli Indonesia.
Di balik kesibukan itu, terdapat sosok Rosidah Handayani, pengelola dapur katering jamaah haji asal Pulau Madura, Indonesia, yang kini sukses mengembangkan bisnisnya di bawah jaringan Astoneast Taiba Hotel.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Astoneast for Catering merupakan salah satu syarikah penyedia konsumsi jamaah haji pada tahun ini. Perjuangan Rosidah hingga dipercaya mengelola makanan jamaah tidaklah instan.
"Alhamdulillah, sebelum bekerja dengan Aston, saya bekerja dengan mandiri dulu. Jadi pertama Aston ini Al-Hijaz. Al-Hijaz itu beli, saya kontrak sendiri dapur, pekerja siapkan sendiri," ceritanya di dapur yang tengah sibuk sejumlah pekerjanya.
Dari sana, kualitas dan kinerjanya berbicara. Sejak 2023, ia resmi bermitra dengan Aston. Meski begitu, jalan terjal tetap terasa.
"Bisa (bersama para karyawan) yang pekerjaannya luar biasa. Semoga tahun depan kuota lebih," ujarnya sambil tersenyum tipis orang khas Madura yang penuh semangat.
Tahun ini, dapur Astoneast mendapat kuota memasak untuk 8.000 orang jamaah. "Sampai hari ini, kami produksi 1.300-an porsi,"tambah dia.