Oleh: Laporan Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH — Jamaah haji Indonesia mulai ramai memanfaatkan jasa kargo untuk mengirimkan oleh-oleh ke tanah air menjelang pergeseran dari Madinah menuju Makkah.
Langkah tersebut diambil oleh jamaah agar terhindar dari risiko kelebihan bagasi saat jadwal pemulangan nanti. Salah seorang anggota jamaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Astuti mengaku telah membelanjakan sekitar Rp9 juta untuk membeli buah tangan seperti tas, teko, hingga gelas khas Arab Saudi.
Baca Juga
Tak Terima Ditegur karena Terobos Antrean di SPBU Bandung, Pengendara Motor Todongkan Pistol
Perjuangan Lansia Penjual Odading Pergi Haji: Ke Tanah Suci Diiringi Doa dan Tangis Haru Keluarga
DPRD Jabar Dorong Kemudahan Perizinan IKM untuk Pasar Ekspor
Ia memilih mengirimkan barang-barang tersebut bersama rekan-rekannya melalui jasa kargo agar tidak lagi terbebani urusan belanja setibanya di Makkah.“Sengaja pilih kargo sekarang, supaya nanti di Makkah sudah tidak pikir belanja lagi, tapi fokus sepenuhnya untuk ibadah,” kata Astuti di Madinah, Arab Saudi, Selasa(28/4/2026).
Hal senada disampaikan oleh anggota jamaah haji lainnya, Megawati. Menurut dia, pengiriman barang lebih awal merupakan strategi agar durasi tinggal di Makkah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbanyak ibadah di Masjidil Haram, tanpa disibukkan urusan logistik atau mencari buah tangan di menit-menit terakhir.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain demi menjaga kekhusyukan ibadah, alasan kepraktisan juga menjadi pendorong utama. Muhamad Darwis, anggota jamaah asal Bone, mengirimkan sekitar 10 kilogram barang berupa kurma dan pakaian khas Madinah melalui jasa ekspedisi agar tidak repot saat berpindah kota.
“Saya lebih pilih kargo karena praktis dan saya percaya barang bisa sampai langsung ke rumah di Bone,”ujar Darwis.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)