⁠Negosiasi Terbaru Iran dan AS Temui Jalan Buntu?

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum juga mencapai kesepakatan. Proposal baru Iran soal Selat Hormuz bikin Presiden Donald Trump tak senang.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (28/4/2026), Trump telah mendapatkan penjelasan tentang proposal baru Iran dalam rapat di Situation Room Gedung Putih pada Senin (27/4). Proposal terbaru itu memprioritaskan pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, dengan syarat AS mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

Menurut sejumlah pejabat AS dan Iran, proposal itu tidak membahas apa yang harus dilakukan dengan program nuklir Teheran.

Tidak diketahui secara jelas apa tepatnya yang membuat Trump tidak puas dengan proposal Iran tersebut. Namun dia telah sejak lama bersikeras pada kedua tuntutan nuklir AS tersebut.

Baca juga: Hubungan AS-India Retak, Trump Jadi Sorotan

Seorang pejabat AS, yang enggan disebut namanya, mengatakan jika menerima proposal Iran itu akan secara terbuka menyangkal kemenangan Trump.

"Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui pers -- kami telah menjelaskan dengan jelas mengenai batasan-batasan kami dan presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan dunia," tegas juru bicara Gedung Putih, Olivia Wales, kepada NYT.

Proposal baru Iran itu pertama dilaporkan oleh media AS, Axios, pada Minggu (26/4) waktu setempat, tak lama setelah melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyerahkan proposal kepada mediator Pakistan.

Menurut Axios, proposal terbaru Iran itu mengusulkan perpanjangan gencatan senjata untuk jangka waktu lama atau dibuat permanen, sedangkan perundingan nuklir hanya akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka kembali dan blokade laut AS dicabut.

AS telah bersikeras agar Iran menangguhkan pengayaan uranium setidaknya selama satu dekade dan memindahkan pasokan uranium yang diperkaya dari negara tersebut. Tuntutan itu belum secara resmi diterima oleh Teheran.

Baca juga: AS-Iran Cekcok di PBB Soal Program Nuklir




(idn/idn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Alas jadi Pilot Project Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Persik Kediri Jadi Harapan Persib: Mampukah Macan Putih Bendung Ambisi Borneo FC Kudeta Puncak Klasemen?
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Kedubes Tiongkok Luncurkan Buku Xi Jinping, Sebut Beri Perspektif Baru untuk RI
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Danantara Janji Benahi Sistem Keselamatan Kereta Imbas Tragedi Bekasi
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terima Raja Charles, Trump Puji Inggris Teman Dekat di Tengah Konflik Iran
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.