Liputan6.com, Jakarta - Isak tangis menyelimuti satu keluarga yang tinggal di sebuah rumah kawasan Perumahan Bekasi Regensi 1, RT06/06, Kelurahan Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).
Duka itu datang tiba-tiba, merenggut Adelia Rifani (26), salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dengan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam 27 April 2026.
Advertisement
Tidak ada firasat sama sekali dari keluarga. Malam itu seharusnya berjalan seperti biasa. Sang ayah, Rusli sudah bersiap menjemput putrinya di Stasiun Cibitung, rutinitas yang hampir tak pernah terlewat. Namun hingga Senin pukul 21.30 WIB, tak ada kabar.
"Biasanya saya jemput. Malam itu sudah siap-siap, tapi sampai sekitar jam setengah 10 tidak ada kabar," ujar ayah korban dengan nada lirih, dikutip dari Antara, Rabu (29/4/2026).
Kecemasan pun seketika berubah menjadi kepanikan saat kabar kecelakaan kereta api menyebar dengan cepat di media massa, media sosial maupun aplikasi grup percakapan telepon genggam.
Rusli bersama keluarga seketika bergegas menyisir lokasi kejadian hingga ke sejumlah rumah sakit. Nama Adelia tidak ditemukan di lokasi. Harapan sempat menggantung hingga akhirnya kabar itu datang menjelang waktu tengah malam.
Tidak bersua di lokasi kejadian, akhirnya bertemu kabar setelah mencari ke rumah sakit. Kabar duka yang diterima keluarga sekitar pukul 23.00 WIB. Adelia ditemukan di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dalam kondisi tidak lagi bisa pulang sendiri.




