Grid.ID - Inilah lima amalan sunah di tiga hari Tasyrik setelah hari raya Idul Adha. Kira-kira apa saja?
Berikut sejumlah amalan sunah yang dapat dikerjakan pada hari-hari Tasyrik, yakni tiga hari setelah Hari Raya Idul Adha. Pada bulan Dzulhijjah, selain terdapat Hari Raya Idul Adha, juga ada hari Tasyrik.
Hari Tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Keutamaan Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) disebutkan dalam hadis riwayat Abu Daud:
“Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari Idul Adha dan yaumul qorr (hari Tasyrik).” (HR Abu Daud no. 1765 dari Abdullah bin Qurth, dinyatakan sahih oleh Syaikh Al-Albani).
Hari Tasyrik disebut juga yaumul qorr karena pada waktu itu jamaah haji menetap di Mina.
Kapan Hari Tasyrik Idul Adha 2026?
Hari Tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha, tepatnya pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tiga hari tersebut juga menjadi batas akhir bagi umat Islam untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah Idul Adha.
Amalan Sunah di Hari Tasyrik
Mengutip dari bali.kemenag.go.id, terdapat lima amalan sunah pada hari Tasyrik yang dianjurkan Rasulullah SAW, yaitu:
1. Memperbanyak zikir kepada Allah
Umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir seperti membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan bacaan lainnya.
2. Memperbanyak doa
Pada hari Tasyrik, dianjurkan memohon kebaikan dunia maupun akhirat kepada Allah SWT.
3. Menyembelih hewan kurban
Selain pada Hari Raya Idul Adha, penyembelihan hewan kurban juga dapat dilakukan pada hari Tasyrik. Jika belum sempat berkurban saat Idul Adha, maka masih dianjurkan melaksanakannya pada hari-hari tersebut.
4. Tidak berpuasa
Pada hari Tasyrik, umat Islam dilarang menjalankan puasa karena hari-hari ini merupakan waktu makan, minum, dan berzikir kepada Allah. Dalam hadis riwayat Ahmad dari Abu Hurairah RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hudzafah berkeliling Mina untuk menyampaikan agar tidak berpuasa pada hari tersebut karena merupakan hari makan, minum, dan mengingat Allah.
Karena itu, orang yang biasa menjalankan puasa sunah Senin-Kamis atau Puasa Daud tetap tidak diperbolehkan berpuasa jika bertepatan dengan hari Tasyrik. Puasa sunah baru dapat dilanjutkan setelah 13 Dzulhijjah.
Imam Muslim juga meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan hari berzikir.” (HR Muslim).
5. Bertakbir setelah salat wajib
Setelah menunaikan salat fardu lima waktu, umat Islam dianjurkan membaca takbir sebagaimana takbir pada Hari Raya Idul Adha. (*)
Artikel Asli




