11 Tahun Mengabdi, Karyawan Kompas TV Nur Ainia Eka Rahmadyna Meninggal Dunia dalam Kecelakaan KRL di Bekasi

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kompas TV. Kepergian salah satu karyawan terbaiknya, Nur Ainia Eka Rahmadyna, menjadi pukulan berat yang dirasakan tidak hanya oleh rekan kerja, tetapi juga oleh seluruh jajaran redaksi dan manajemen. Almarhumah meninggal dunia setelah menjadi korban dalam musibah kecelakaan Commuter Line yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026.

Ungkapan duka mendalam disampaikan langsung oleh Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi, saat berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). Dalam pernyataannya, ia menggambarkan kehilangan ini sebagai sesuatu yang luar biasa besar bagi institusi dan orang-orang yang mengenal almarhumah secara pribadi.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami keluarga besar Kompas TV dan redaksi Kompas TV mengalami kehilangan yang luar biasa atas kepergian rekan kami, sahabat, dan saudara kami,” ujar Yogi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (28/4/2026).

Nur Ainia bukanlah sosok asing di lingkungan Kompas TV. Ia telah mengabdikan diri sejak November 2015, menjadikannya bagian penting dari perjalanan panjang stasiun televisi tersebut. Selama lebih dari satu dekade, ia berperan di departemen production support, sebuah posisi yang sering kali berada di balik layar, namun memiliki kontribusi krusial dalam memastikan kelancaran siaran langsung di studio.

Keberadaannya selama 11 tahun tidak hanya menunjukkan loyalitas, tetapi juga dedikasi yang konsisten terhadap pekerjaannya. Dalam dunia media yang dinamis dan penuh tekanan, mempertahankan kinerja yang stabil dalam jangka waktu panjang bukanlah hal yang mudah. Namun, almarhumah berhasil membuktikan profesionalismenya melalui kontribusi nyata yang diakui oleh atasan dan rekan sejawatnya.

Pada hari kejadian, berdasarkan catatan absensi, Nur Ainia meninggalkan kantor pada pukul 19.31 WIB dengan tujuan pulang ke rumahnya di Tambun. Rutinitas tersebut sebenarnya bukan hal yang luar biasa, karena itu merupakan jam pulang yang cukup umum baginya.

Namun, kekhawatiran mulai muncul ketika sang adik, Ian, yang biasa menjemput di stasiun, mendengar kabar adanya kecelakaan Commuter Line. Ia segera merasa ada sesuatu yang tidak beres, mengingat waktu kejadian bertepatan dengan jadwal kepulangan kakaknya. Tanpa menunggu lama, ia langsung melakukan pengecekan dan menghubungi rekan-rekan almarhumah di kantor.

Respons cepat pun dilakukan oleh pihak Kompas TV. Sebuah tim crisis center segera dibentuk untuk menelusuri keberadaan Nur Ainia. Hingga dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, pencarian masih belum membuahkan hasil. Ketidakpastian itu menjadi masa yang penuh kecemasan bagi keluarga dan rekan kerja yang berharap kabar baik.

Hingga akhirnya, kabar yang ditakutkan pun terkonfirmasi. Jenazah almarhumah berhasil diidentifikasi dan kemudian dibawa ke rumah duka di Tambun. Momen tersebut menjadi titik duka yang mendalam bagi semua pihak yang mengenalnya.

Lebih dari sekadar rekan kerja, Nur Ainia dikenal sebagai pribadi yang hangat dan mudah bergaul. Dalam kesehariannya, ia dikenal memiliki inisiatif tinggi, sikap profesional, serta kemampuan menjalin hubungan baik dengan siapa pun. Hal ini membuatnya tidak hanya dihargai secara profesional, tetapi juga dicintai secara personal.

“Sebelas tahun di Kompas TV itu bisa dibilang separuh lebih perjalanan Kompas TV yang sudah mau memasuki usia ke-15 tahun. Artinya, beliau dikenal luas, memiliki pergaulan yang baik, dan loyalitas yang luar biasa terhadap pekerjaannya,” ungkap Yogi.

 

Kehilangan ini juga menjadi refleksi betapa besar kontribusi individu dalam membangun sebuah institusi. Sosok seperti Nur Ainia mungkin tidak selalu tampil di depan layar, tetapi perannya sangat vital dalam menjaga kualitas siaran dan operasional media.

Di akhir pernyataannya, pihak Kompas TV menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Harapan dan doa pun dipanjatkan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

“Atas nama keluarga besar Kompas Gramedia dan Kompas TV, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas, Target Tuntas dalam 3 Tahun
• 18 jam laludetik.com
thumb
Jakarta Timur Klaim Aman, Tapi Ormas Dilibatkan Intens Tangani Konflik Sosial
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
ZTE dan XLSMART luncurkan pusat inovasi di Jakarta
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pakaian Peninggalan Vidi Aldiano Dibagikan ke Ustaz dan Santri
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Drama 9 Gol, PSG Kalahkan Muenchen di Liga Champions
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.