HARIAN FAJAR, MAROS – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) Nitro sukses menggelar program International Collaborative Community Services di Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum Amessangeng, Kabupaten Maros, Selasa (28/4/2026). Mengusung semangat “Start Young, Be Independent”, kegiatan ini menghadirkan pakar dari Jepang dan Malaysia. Tujuannya untuk mentransformasi pola pikir siswa madrasah menjadi generasi yang melek digital dan mandiri secara finansial.
Program pengabdian masyarakat bertajuk “Start Young, Be Independent: Smart Money, Digital Skills, and Your First Business!” ini bertujuan memangkas jarak antara teori akademik dan kebutuhan dunia kerja modern. Melalui kolaborasi internasional, IBK Nitro berupaya menyuntikkan wawasan global kepada para siswa agar siap menghadapi disrupsi ekonomi di masa depan.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Peter dari Tohoku University, Jepang, memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya literasi keuangan. Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi dan pengelolaan uang yang cerdas merupakan modal utama bagi pemuda untuk bertahan di tengah perubahan ekonomi global yang cepat.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Roslan dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) memotivasi para siswa untuk berani mengambil langkah pertama dalam dunia bisnis. Ia mengajak peserta untuk peka terhadap masalah di lingkungan sekitar dan menjadikannya peluang usaha berskala kecil berbasis digital.
Wakil Rektor IBK Nitro, Dr. Megawaty, S.E., MHRM, menegaskan pentingnya pembekalan non-akademik bagi pelajar. “Kehadiran Prof. Peter dan Dr. Roslan memberikan warna internasional yang sangat berharga. Kami ingin anak-anak muda di Maros memiliki keberanian untuk memulai usaha, melek teknologi, dan bijak dalam mengelola keuangan sejak dini,” ujarnya.
Tak sekadar teori, puluhan siswa yang hadir juga mendapatkan pelatihan praktis. Mereka diajarkan cara mengelola uang saku secara efektif, dasar-dasar bisnis digital, hingga teknik pembuatan konten promosi yang menarik. Dengan pendekatan fun learning, para siswa langsung mempraktikkan penyusunan rencana bisnis sederhana dan strategi pemasaran digital yang aplikatif.
Ketua Yayasan Darul Ulum Amessangeng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada IBK Nitro dan Dewan Pendidikan Kabupaten Maros. Menurutnya, kegiatan ini membuka cakrawala baru bagi siswa bahwa kesuksesan finansial tidak harus menunggu gelar sarjana.
Kegiatan yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui inisiatif “Belajar Kampus Merdeka” ini diharapkan menjadi pemantik semangat kewirausahaan di lingkungan madrasah. IBK Nitro berkomitmen untuk terus memperkuat perannya sebagai agen perubahan sosial melalui berbagai kolaborasi global yang berdampak nyata bagi masyarakat lokal.





