Uni Emirat Arab Tinggalkan OPEC, Apa Dampaknya bagi Pasar Minyak Dunia?

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) terpampang di luar markas OPEC di Wina, Austria, 3 Maret 2022. (Sumber: Lisa Leutner/Associated Press)

DUBAI, KOMPAS.TV - Pemerintah Uni Emirat Arab mengumumkan akan meninggalkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) per Jumat (1/5/2026) mendatang. UEA menyatakan mundur dari OPEC agar lebih independen dalam produksi minyam bumi.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (28/4/2026), pemerintah UEA menyebut kebijakan ini sesuai dengan tujuan jangka panjang untuk meningkatkan produksi minyak mentah "dengan cara gradual dan terukur, sesuai dengan permintaan dan kondisi pasar."

Mundurnya UEA pun disebut sebagai pukulan telak bagi OPEC yang selama ini berperan sebagai kartel minyak. Pengumuman ini juga dilontarkan UEA ketika blokade Selat Hormuz yang memengaruhi harga minyak dunia masih berlangsung.

OPEC sendiri adalah organisasi antarpemerintah yang dibentuk di Irak pada 1960. Organisasi ini memiliki 12 anggota, yakni Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, Venezuela, UEA, Aljazair, Guinea Khatulistiwa, Libya, Gabon, dan Republik Kongo.

Baca Juga: Wamen ESDM Sebut 150 Juta Barel Minyak Rusia Diimpor Bertahap hingga Akhir 2026

OPEC dibentuk dengan tujuan menjaga harga minyak tetap tinggi agar negara-negara anggota mendapatkan keuntungan maksimal dari sumber daya alam. Namun, harga minyak dijaga agar tidak menimbulkan resesi di negara konsumen atau menghambat aktivitas energi.

Pakar dari perusahaan riset energi yang berbasis di Norwegia, Rystad Energy, Jorge Leon menyatakan bahwa UEA adalah salah satu anggota OPEC yang berkemampuan meningkatkan kapasitas produksi minyak secara cepat.

Mundurnya UEA pun disebut dapat memengaruhi kemampuan kartel mengendalikan harga minyak. Sehingga, pasar minyak bagi negara-negara OPEC dapat menjadi lebih terfragmentasi dan tidak stabil.

"OPEC yang melemah secara struktur, dengan berkurangnya kapasitas terkonsentrasi dalam grup tersebut, akan semakin kesulitan menyesuaikan pasokan dan menjaga harga tetap stabil," kata Jorge Leon dikutip Associated Press.

"Efeknya mengarah ke lanskap pasokan yang lebih terfragmentasi dan pasar minyak yang kemungkinan semakin tidak stabil karena kapasitas OPEC untuk mengatasi ketidakseimbangan (pasokan) berkurang."

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • opec
  • uea keluar dari opec
  • uni emirat arab
  • pasar minyak dunia
  • alasan uea keluar opec
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asing Sorot Orangutan Sumatra Nyebrang Jembatan, Catat Sejarah Baru
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menanti Kejutan Veda Ega Pratama! Link dan Jadwal Lengkap Moto3 Prancis 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Pansos, Raffi Ahmad Ungkap Alasan Sambangi TKP Kecelakaan Kereta di Bekasi, sang Artis Singgung Hikmah
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Revitalisasi Pasar Surabaya Dikebut, 2027 Ditarget Lebih Bersih
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
LPDB Dorong Tanaoba Lais Manekat Jadi Penggerak Koperasi Desa
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.