Grid.ID - Sempat tuai pro kontra, Raffi Ahmad ungkap alasannya sambangi TKP kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026). Ia membeberkan kehadirannya bukan sekadar formalitas.
Kecelakaan kereta di Bekasi masih menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Insiden tragis tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Peristiwa ini diduga bermula dari adanya taksi berwarna hijau yang tertabrak KRL di pelintasan kereta. Akibatnya, KRL lain tujuan Jakarta–Cikarang terpaksa berhenti lama di Stasiun Bekasi Timur sembari menunggu jalur perlintasan dibersihkan.
Saat itulah peristiwa nahas terjadi, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya yang berada di satu perlintasan menabrak rangkaian KRL yang sedang menunggu di stasiun tersebut. Akibatnya, gerbong wanita yang berada di rangkaian paling belakang ringsek seketika.
Begitu mendengar kejadian tersebut, presenter Raffi Ahmad pun terpantau ikut menyambangi lokasi kejadian pada Senin (27/4/2026). Tak sendiri, Raffi datang bersama dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sesaat setelah insiden tragis terjadi.
Kehadiran Raffi Ahmad dan rombongannya itu pun menuai pro kontra dari netizen. Beberapa merasa salut kepada Raffi yang gerak cepat melihat kondisi lapangan, namun ada pula yang menyebut sang presenter hanya pansos alias panjat sosial.
Menanggapi hal tersebut, Raffi Ahmad tak terlalu ambil pusing. Ia justru memilih untuk datang langsung menemui para korban selamat yang dirawat di RSUD Bekasi.
Suami Nagita Slavina itu tampak menyapa satu per satu pasien yang masih dalam penanganan medis. Ia juga berbincang dengan keluarga korban untuk memberi dukungan moral.
Kepada awak media, Raffi Ahmad pun menjelaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar formalitas. Ia merasa terpanggil untuk melihat langsung kondisi para korban. Sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, ia menganggap penting untuk hadir di tengah masyarakat.
Bagi ayah tiga anak ini, empati tak cukup hanya disampaikan melalui ucapan. Ia ingin memastikan para korban mendapat perhatian yang penuh.
"Oh, saya spontan aja datang tadi malam karena atas nama kemanusiaan," ujar Raffi Ahmad dikutip Grid.ID dari Kompas.com, Rabu (29/4/2026).
Raffi menambahkan, saat ia berada di lokasi semalam, proses penanganan terhadap para korban sudah berjalan.
"Terus di sana saya baru menjenguk korban-korban di sana. Dan ya sekarang evakuasi alhamdulillah sudah semuanya. Untuk data-data lebih lengkapnya bisa ditanya pihak terkait," lanjutnya.
Melihat besarnya dampak kecelakaan yang menelan belasan korban jiwa tersebut, Raffi menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Mudah-mudahan musibah ini bisa menjadi hikmah untuk semuanya ya. Jadi kita doakan supaya semuanya bisa lebih baik lagi ke depannya," tutur Raffi.
Update Jumlah Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur yang tejadi pada Senin (27/4/2026) malam telah menelan banyak korban jiwa. Hingga Selasa (28/4/2026) jumlah korban terus bertambah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membeberkan update jumlah korban kecelakaan tersebut.
"Update sampai dengan jam 1 siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," jelasnya saat ditemui Grid.ID di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
AHY juga menargetkan perjalanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal pada sore hari, usai proses pengangkatan gerbong dan pengecekan keamanan selesai dilakukan.
"Sebetulnya diharapkan sekitar jam 4 begitu, sampai dengan jam 5 ini bisa kembali terjadi normalisasi ya. Tapi ya kita lihat, prosesnya memang masih membutuhkan segala upaya," katanya.
Meski gerbong berhasil diangkat, kereta tidak akan langsung dijalankan begitu saja. Pihak KAI harus memastikan sistem kelistrikan aman dari korsleting atau kerusakan pasca-benturan.
"Menurut penjelasan dari KAI tadi, perlu ada pengecekan lagi terkait dengan listrik aliran atas. Listrik aliran atas ini juga harus dipastikan bisa beroperasi secara normal kembali," pungkasnya. (*)
Artikel Asli




