TABLOIDBINTANG.COM - Isu vaksinasi dan penyakit menular kembali menjadi sorotan dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia. Namun kali ini, perhatian tak hanya tertuju pada infeksi, melainkan juga dampaknya terhadap kesehatan jantung.
Iwet Ramadhan, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia, dalam pernyataannya pada sesi Konferensi Pers bertajuk "Cegah Cacar Api Tanpa Tapi" di Jakarta, Selasa (28/4) siang, menyatakan penyakit seperti cacar api bukan sekadar masalah kulit, melainkan memiliki kaitan serius dengan kondisi kardiovaskular.
“Hari ini saya tidak bicara soal kulit, tapi soal jantung,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa Hipertensi merupakan pintu masuk utama berbagai penyakit jantung. Bahkan, Iwet membagikan pengalaman pribadinya sebagai penyintas stroke akibat tekanan darah tinggi yang dipicu stres.
“Saya sudah ikut maraton, olahraga rutin, tapi tetap kena stroke. Penyebabnya stres yang memicu hipertensi,” ungkapnya.
Yang lebih mengejutkan, ia memaparkan hasil studi besar terhadap lebih dari 500 ribu orang. Temuannya menunjukkan bahwa penderita Herpes Zoster memiliki risiko serangan jantung meningkat hingga 59 persen dan risiko stroke naik 35 persen.
Menurutnya, hal ini bukan karena virus langsung menyerang jantung, melainkan akibat peradangan pada pembuluh darah.
Virus varicella zoster—penyebab cacar api—dapat memicu inflamasi pada dinding arteri, merusak pembuluh darah, hingga mempercepat pembentukan plak yang berujung pada penyumbatan aliran darah ke jantung dan otak.
“Ini yang sering tidak disadari. Cacar api bukan hanya masalah kulit, tapi bisa memicu komplikasi kardiovaskular serius,” jelas Iwet.
Kondisi ini semakin berisiko pada pasien dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung, karena daya tahan tubuh mereka cenderung menurun akibat penyakit dan pengobatan jangka panjang.
Di lapangan, Yayasan Jantung Indonesia juga kerap menemukan pasien yang sudah berjuang mengontrol tekanan darah dan kolesterol, namun harus menghadapi cacar api yang memicu nyeri berkepanjangan, gangguan tidur, hingga stres, yang pada akhirnya kembali meningkatkan tekanan darah.
“Ini lingkaran yang harus kita putus,” cetus Iwet.
Cinta Keluarga
Sebagai langkah pencegahan, ia menekankan pentingnya konsultasi medis dan tidak mengandalkan informasi yang belum tentu benar.
Selain itu, edukasi mengenai vaksinasi dewasa juga dinilai penting sebagai bagian dari perlindungan kesehatan jangka panjang.
Yayasan Jantung Indonesia sendiri terus mendorong penerapan “Panca Usaha Jantung Sehat”, yang meliputi pola makan seimbang, berhenti merokok, mengelola stres, rutin berolahraga, dan memantau tekanan darah.
Iwet pun mengajak masyarakat untuk melihat pencegahan penyakit sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga.
“Melindungi diri dari penyakit adalah bentuk cinta kepada keluarga. Jaga jantung Anda, jaga daya tahan tubuh Anda,” pesannya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran ini tak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi aksi nyata dalam menjaga kesehatan bersama.




