Cacar Api Tingkatkan Risiko Serangan Jantung hingga 59%, Ini Penjelasannya

tabloidbintang.com
5 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Isu vaksinasi dan penyakit menular kembali menjadi sorotan dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia. Namun kali ini, perhatian tak hanya tertuju pada infeksi, melainkan juga dampaknya terhadap kesehatan jantung.

Iwet Ramadhan, Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia, dalam pernyataannya pada sesi Konferensi Pers bertajuk "Cegah Cacar Api Tanpa Tapi" di Jakarta, Selasa (28/4) siang, menyatakan penyakit seperti cacar api bukan sekadar masalah kulit, melainkan memiliki kaitan serius dengan kondisi kardiovaskular.

“Hari ini saya tidak bicara soal kulit, tapi soal jantung,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa Hipertensi merupakan pintu masuk utama berbagai penyakit jantung. Bahkan, Iwet membagikan pengalaman pribadinya sebagai penyintas stroke akibat tekanan darah tinggi yang dipicu stres.

“Saya sudah ikut maraton, olahraga rutin, tapi tetap kena stroke. Penyebabnya stres yang memicu hipertensi,” ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan, ia memaparkan hasil studi besar terhadap lebih dari 500 ribu orang. Temuannya menunjukkan bahwa penderita Herpes Zoster memiliki risiko serangan jantung meningkat hingga 59 persen dan risiko stroke naik 35 persen.

Menurutnya, hal ini bukan karena virus langsung menyerang jantung, melainkan akibat peradangan pada pembuluh darah.

Virus varicella zoster—penyebab cacar api—dapat memicu inflamasi pada dinding arteri, merusak pembuluh darah, hingga mempercepat pembentukan plak yang berujung pada penyumbatan aliran darah ke jantung dan otak.

“Ini yang sering tidak disadari. Cacar api bukan hanya masalah kulit, tapi bisa memicu komplikasi kardiovaskular serius,” jelas Iwet. 

Kondisi ini semakin berisiko pada pasien dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung, karena daya tahan tubuh mereka cenderung menurun akibat penyakit dan pengobatan jangka panjang.

Di lapangan, Yayasan Jantung Indonesia juga kerap menemukan pasien yang sudah berjuang mengontrol tekanan darah dan kolesterol, namun harus menghadapi cacar api yang memicu nyeri berkepanjangan, gangguan tidur, hingga stres, yang pada akhirnya kembali meningkatkan tekanan darah.

“Ini lingkaran yang harus kita putus,” cetus Iwet.

Cinta Keluarga

Sebagai langkah pencegahan, ia menekankan pentingnya konsultasi medis dan tidak mengandalkan informasi yang belum tentu benar.

Selain itu, edukasi mengenai vaksinasi dewasa juga dinilai penting sebagai bagian dari perlindungan kesehatan jangka panjang.

Yayasan Jantung Indonesia sendiri terus mendorong penerapan “Panca Usaha Jantung Sehat”, yang meliputi pola makan seimbang, berhenti merokok, mengelola stres, rutin berolahraga, dan memantau tekanan darah.

Iwet pun mengajak masyarakat untuk melihat pencegahan penyakit sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga.

“Melindungi diri dari penyakit adalah bentuk cinta kepada keluarga. Jaga jantung Anda, jaga daya tahan tubuh Anda,” pesannya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan kesadaran ini tak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi aksi nyata dalam menjaga kesehatan bersama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Serius Kembangkan Industri Semikonduktor dan Teken MoU dengan Universitas Asal Taiwan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Soal Subsidi Motor Listrik Menperin Agus Tunggu Purbaya
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Per 1 Mei, Drone Tak Boleh Dijual dan Terbang Tanpa Izin di Beijing
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Segera Hangus, 10 Waran Terstruktur Ini Delisting 11 Mei
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Menunggu Hasil Reformasi Polri Setelah 5 Bulan Dilantik Prabowo
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.