Laba Bersih BNI (BBNI) Tumbuh 4,70% Jadi Rp5,69 Triliun Kuartal I/2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) atau BNI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp5,69 triliun pada kuartal I/2026, tumbuh 4,70% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Rp5,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Merujuk laporan keuangan BNI, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kinerja pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp11,14 triliun atau naik 12,87% yoy dari Rp9,87 triliun. 

Kenaikan ini berasal dari pendapatan bunga yang tumbuh 13,62% yoy menjadi Rp18,99 triliun, meskipun diikuti oleh peningkatan beban bunga sebesar 15,91% yoy menjadi Rp7,97 triliun.

Dari sisi pendapatan berbasis komisi, BNI mencatatkan kenaikan komisi/provisi dan administrasi sebesar 8,92% yoy menjadi Rp2,65 triliun. Pendapatan lainnya juga meningkat 7,97% yoy menjadi Rp1,53 triliun.

Selain itu, keuntungan dari penjualan aset keuangan naik 21,20% yoy menjadi Rp704,86 miliar, sementara kontribusi laba dari entitas asosiasi (equity method) meningkat 10,25% yoy menjadi Rp442,71 miliar. Di sisi lain, keuntungan transaksi spot dan derivatif relatif stabil di level Rp137,80 miliar.

Namun demikian, beban operasional mengalami peningkatan. Beban tenaga kerja naik 15,57% yoy menjadi Rp3,76 triliun, diikuti beban lainnya yang meningkat 13,75% yoy menjadi Rp3,93 triliun. Beban penurunan nilai (impairment) juga tumbuh 26,53% yoy menjadi Rp2,01 triliun.

Baca Juga

  • BNI (BBNI) Tegaskan Koperasi Swadharma Bukan Bagian dari Perseroan
  • OJK Soroti Penguatan Tata Kelola Perbankan dari Kasus BNI (BBNI)
  • BNI Tanggapi Peristiwa Aksi di Kantor Cabang Pematang Siantar

Secara keseluruhan, pendapatan (beban) operasional selain bunga bersih tercatat negatif Rp4,24 triliun, meningkat dari negatif Rp3,42 triliun pada kuartal I/2025. Meski demikian, laba operasional tetap tumbuh 5,39% yoy menjadi Rp6,90 triliun.

Dari sisi non-operasional, BNI mencatat rugi sebesar Rp20,26 miliar, berbalik dari laba Rp33,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sehingga laba sebelum pajak tercatat Rp6,88 triliun atau tumbuh 5,61% yoy.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengungkapkan bahwa kinerja keuangan BNI tumbuh positif dan seimbang, ditopang oleh keberhasilan perseroan dalam memperkuat basis dana murah (CASA) yang semakin solid. 

Paolo menyampaikan bahwa pendanaan yang kuat ini menjadi enabler bagi ekspansi kredit, sekaligus menjaga efisiensi biaya dana dan mengindikasikan adanya peningkatan pangsa pasar di tengah kompetisi likuiditas yang ketat.

Pencapaian dana pihak ketiga (DPK) yang kuat menjadi salah satu penopang utama kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026. Pertumbuhan dana murah (CASA) BNI mencapai 26,6% YoY menjadi Rp731,6 triliun pada Maret 2026, ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 39,7% YoY dan tabungan yang mencatat pertumbuhan 10,4% YoY.

Kinerja ini didukung oleh platform digital channel BNIdirect dan wondr by BNI. Hingga akhir Maret 2026, BNI mampu meningkatkan CASA market share 120 bps dari 10,1% di Maret 2025 menjadi 11,3% di Februari 2026. 

Penguatan pertumbuhan CASA mendorong penyaluran kredit yang mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang sehat sebesar 20,1% YoY menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026. 

Struktur pendanaan yang tumbuh dan ekspansi kredit menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 12,1% YoY. 

Pendapatan non-bunga BNI tumbuh 12,6% terutama didorong peningkatan fee dari transaksi pada platform digital atau e-channel. Kinerja yang positif ini mendukung pencapaian Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) Rp9,3 triliun. 

Dari sisi kualitas aset, perbaikan kinerja terus berlanjut dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) membaik menjadi 1,9%, Loan at Risk berada di level 8,6% atau sudah lebih baik dari level sebelum pandemi, serta credit cost di level 1,1% sesuai dengan guidance.

Kombinasi pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan pendapatan bunga bersih dan pendapatan non bunga serta kualitas aset yang semakin resilien menghasilkan laba bersih sebesar Rp5,6 triliun hingga kuartal I 2026.

Fundamental keuangan BNI juga tetap terjaga kuat, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,5% serta rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) di level 18,5%, jauh di atas ketentuan regulator. 

"Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” tutur Paolo dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Penguatan Permodalan Melalui Instrumen AT1

Paolo menjelaskan, dalam rangka mendukung penguatan struktur permodalan, perusahaan telah menerbitkan instrumen Additional Tier-1 (AT1) sebesar USD700 juta atau setara Rp11,9 triliun pada April 2026.

Penerbitan AT1 ini merupakan yang kedua setelah sebelumnya dilakukan pada 2021, sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan investor global yang tercermin dari permintaan yang mencapai lebih dari USD2,5 miliar atau oversubscribe hingga 3,6 kali dari nilai penerbitan.

Instrumen AT1 tersebut bersifat subordinasi, perpetual, serta non-cumulative, dan diterbitkan di pasar global berdasarkan Regulation S serta dicatatkan di Singapore Exchange (SGX), sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur permodalan perseroan.

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. - TradingView
_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia U-17 Diminta Habis-habisan di Piala Asia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto: Target Kami Jadikan Piala Dunia Sebagai Tradisi!
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
KRL Cikarang–Bekasi Timur Siap Beroperasi Kembali Siang Ini
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
BGN Klaim Jadi Mesin Baru Ekonomi: Rp249 Triliun Disalurkan untuk Belanja di Daerah
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Bocoran Bahlil: Sejumlah Proyek Hilirisasi Groundbreaking Besok 29 April
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenhub Sidak Pool Green SM di Bekasi Pasca Kecelakaan KA
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.