Proses evakuasi badan KRL yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sudah selesai. Kini, pemeriksaan kembali rel dan berbagai sarana dilakukan agar operasional KRL Cikarang Line bisa kembali dilakukan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi mengatakan, proses pemeriksaan rel dan segala fasilistasnya sedang dilakukan. Bila sudah memenuhi kriteria keamanan, operasional KRL Cikarang Line kembali normal.
"Berkaitan dengan penyelenggaraan KRL pada hari ini, insyaallah apabila telah diberikan clearance oleh KNKT, karena KNKT adalah pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan investigasi, apabila sudah ada clearance dari KNKT siang ini, kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi," kata Dudy dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Akibat tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, perjalanan KRL Commuter Line terganggu. Kereta menuju le Cikarang hanya sampai Stasiun Bekasi.
Sebelum kembali dioperasikan, kata Dudy, perlu pengecekan ulang dan kepastian terkait faktor keselamatan. Karena itu, rekomendasi dari KNKT sangat diperlukan.
"Yang paling utama adalah keselamatan, itu yang paling penting yang ingin kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur," ucap dia.
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek mengakibatkan korban jiwa. Total ada 106 orang yang menjadi korban. 15 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan sisanya mengalami luka dan tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Sebagian lagi, sudah pulang usai menjalani perawatan.





