Jakarta (ANTARA) - Studi Herbalife menyoroti masih kurangnya pemahaman konsumen terkait interaksi antara suplemen dan obat, salah satunya bunga St. John’s Wort yang berpotensi menurunkan efektivitas obat seperti warfarin dan beberapa jenis statin.
Director, Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife Dr. Alex Teo dalam keterangannya pada Rabu mengatakan konsumsi suplemen yang bertanggung jawab perlu didukung pemahaman mengenai komposisi bahan, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen maupun obat lain.
“Pengambilan keputusan suplemen yang bertanggung jawab berarti memiliki pemahaman menyeluruh mengenai komposisi bahan dalam produk, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen atau obat lain,” kata Teo.
Baca juga: Waktu terbaik konsumsi magnesium untuk atasi insomnia
Survei Herbalife terhadap 9.000 konsumen di 11 pasar pada Mei 2025 menunjukkan hampir sembilan dari sepuluh konsumen di Indonesia atau 88 persen mengonsumsi suplemen secara rutin. Namun, hanya 69 persen responden yang merasa yakin telah mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam memilih suplemen.
Herbalife juga mencatat layanan kesehatan preventif menjadi perhatian penting di kawasan Asia Pasifik (APAC), dengan 92 persen responden menyatakan hal tersebut berperan besar bagi kesejahteraan mereka. Persentase yang sama juga tercatat di Indonesia.
Selain interaksi dengan obat, Herbalife juga menyoroti minimnya pemahaman konsumen mengenai batas maksimum konsumsi suplemen tertentu. Sebagai contoh, konsumsi suplemen kalsium secara berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia atau kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi, yang dapat berdampak pada melemahnya tulang hingga terbentuknya batu ginjal.
Baca juga: Pilihan suplemen yang bisa bantu turunkan kadar kolesterol "jahat"
Survei Herbalife menunjukkan 62 persen responden di Indonesia tidak mengetahui batas maksimum harian konsumsi kalsium, sementara 73 persen tidak memahami dampak dari konsumsi kalsium secara berlebihan.
Teo menekankan konsumsi suplemen yang bijak merupakan tanggung jawab bersama antara konsumen, tenaga kesehatan, dan penyedia suplemen.
“Konsumen perlu membaca label dengan cermat, melakukan riset mandiri, serta mencari panduan dari sumber yang kredibel,” ujarnya.
Baca juga: Penggunaan suplemen bisa membantu menjaga sistem imun tubuh
Ia menambahkan tenaga kesehatan perlu memberikan rekomendasi berbasis ilmiah, sementara penyedia suplemen wajib menghadirkan pelabelan yang jelas, komunikasi yang transparan, serta pengendalian kualitas produk yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk.
Teo mengatakan edukasi terkait suplemen perlu terus ditingkatkan agar konsumen dapat mengambil keputusan lebih baik dan menjadikan suplementasi yang bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
“Upaya ini akan membuka jalan bagi penerapan suplementasi yang bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat di seluruh kawasan,” kata Teo.
Baca juga: 6 suplemen yang disarankan tak dikonsumsi untuk kesehatan jantung
Baca juga: Cara tepat mengonsumsi suplemen omega-3 menurut nutrisionis
Director, Research Development and Scientific Affairs Asia Pacific Herbalife Dr. Alex Teo dalam keterangannya pada Rabu mengatakan konsumsi suplemen yang bertanggung jawab perlu didukung pemahaman mengenai komposisi bahan, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen maupun obat lain.
“Pengambilan keputusan suplemen yang bertanggung jawab berarti memiliki pemahaman menyeluruh mengenai komposisi bahan dalam produk, kualitas produk, dosis yang direkomendasikan, batas konsumsi, serta potensi interaksi dengan suplemen atau obat lain,” kata Teo.
Baca juga: Waktu terbaik konsumsi magnesium untuk atasi insomnia
Survei Herbalife terhadap 9.000 konsumen di 11 pasar pada Mei 2025 menunjukkan hampir sembilan dari sepuluh konsumen di Indonesia atau 88 persen mengonsumsi suplemen secara rutin. Namun, hanya 69 persen responden yang merasa yakin telah mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam memilih suplemen.
Herbalife juga mencatat layanan kesehatan preventif menjadi perhatian penting di kawasan Asia Pasifik (APAC), dengan 92 persen responden menyatakan hal tersebut berperan besar bagi kesejahteraan mereka. Persentase yang sama juga tercatat di Indonesia.
Selain interaksi dengan obat, Herbalife juga menyoroti minimnya pemahaman konsumen mengenai batas maksimum konsumsi suplemen tertentu. Sebagai contoh, konsumsi suplemen kalsium secara berlebihan dapat menyebabkan hiperkalsemia atau kadar kalsium dalam darah yang terlalu tinggi, yang dapat berdampak pada melemahnya tulang hingga terbentuknya batu ginjal.
Baca juga: Pilihan suplemen yang bisa bantu turunkan kadar kolesterol "jahat"
Survei Herbalife menunjukkan 62 persen responden di Indonesia tidak mengetahui batas maksimum harian konsumsi kalsium, sementara 73 persen tidak memahami dampak dari konsumsi kalsium secara berlebihan.
Teo menekankan konsumsi suplemen yang bijak merupakan tanggung jawab bersama antara konsumen, tenaga kesehatan, dan penyedia suplemen.
“Konsumen perlu membaca label dengan cermat, melakukan riset mandiri, serta mencari panduan dari sumber yang kredibel,” ujarnya.
Baca juga: Penggunaan suplemen bisa membantu menjaga sistem imun tubuh
Ia menambahkan tenaga kesehatan perlu memberikan rekomendasi berbasis ilmiah, sementara penyedia suplemen wajib menghadirkan pelabelan yang jelas, komunikasi yang transparan, serta pengendalian kualitas produk yang ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk.
Teo mengatakan edukasi terkait suplemen perlu terus ditingkatkan agar konsumen dapat mengambil keputusan lebih baik dan menjadikan suplementasi yang bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
“Upaya ini akan membuka jalan bagi penerapan suplementasi yang bertanggung jawab sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat di seluruh kawasan,” kata Teo.
Baca juga: 6 suplemen yang disarankan tak dikonsumsi untuk kesehatan jantung
Baca juga: Cara tepat mengonsumsi suplemen omega-3 menurut nutrisionis





