Bisnis.com, JAKARTA — PT AXA Insurance Indonesia mengungkapkan asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu kontributor utama dalam portofolio perusahaan, dengan porsi kontribusinya dua digit terhadap total premi pada 2026.
Direktur AXA Insurance Indonesia, Edwin Sugianto mengungkapkan untuk tetap bisa mendongkrak pendapatan premi dari lini usaha tersebut, perusahaan menguatkan proporsi produk, optimalisasi seluruh kanal distribusi, dan memperluas kolaborasi dengan mitra strategis.
Dia meneruskan bahwa pada kanal agen, AXA Insurance terus meningkatkan kapabilitas dan produktivitas tenaga pasar supaya dapat memberikan solusi yang relevan dan sesuai kebutuhan nasabah.
“Kanal broker dan partnership berperan penting dalam menjangkau segmen korporasi, fleet, serta kerja sama dengan institusi otomotif dan mitra bisnis lainnya,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (29/4/2026).
Selain melalui kanal itu, perusahaan juga memanfaatkan bancassurance dengan memperluas akses produk asuransi kendaraan bermotor kepada nasabah perbankan, khususnya sebagai pelengkap pembiayaan kendaraan.
“Di sisi ritel, kami juga mengoptimalkan kanal digital, yang mana asuransi kendaraan bermotor AXA dapat dibeli langsung melalui portal AXA myPage, sehingga memberikan kemudahan akses dan proses yang cepat,” bebernya.
Edwin menegaskan bahwa perusahaan tetap menerapkan underwriting yang selektif dalam seluruh kanal yang disebutkannya. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan premi berjalan secara berkualitas dan berkelanjutan.
Kendati menjadi salah satu kontributor terbesar, AXA Insurance masih menemukan beberapa tantangan pada awal 2026. Tantangan itu meliputi persaingan industri yang semakin ketat, tekanan harga, serta peningkatan biaya klaim dan perbaikan kendaraan.
Di sisi lain, lanjut Edwin, ekspektasi nasabah terhadap proses yang cepat, mudah, dan terintegrasi juga semakin tinggi di seluruh kanal distribusi, baik agen, broker, partnership, bancassurance, maupun digital.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, kami terus memperkuat kapabilitas layanan dan infrastruktur digital, termasuk fast track claim melalui video call survey serta pengajuan klaim digital melalui AXA myInsurance, yang dapat diakses oleh nasabah lintas kanal,” jelasnya.
Walaupun demikian, AXA Insurance tetap memandang asuransi kendaraan bermotor pada 2026 ini memiliki prospek yang positif. Perusahaan menilai pertumbuhan ke depan akan ditopang oleh sinergi antar kanal distribusi.
“Didukung oleh peningkatan adopsi digital, inovasi produk, serta fokus berkelanjutan pada kualitas portofolio dan layanan, kami optimistis asuransi kendaraan bermotor akan terus menjadi salah satu kontributor penting bagi kinerja perusahaan sepanjang 2026,” tutupnya.
Sebagai informasi, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ada kenaikan penjualan otomotif yang turut mengerek asuransi kendaraan bermotor pada Februari 2026.
Pendapatan premi tercatat sebesar Rp4,10 triliun, tumbuh 9,97% (year on year/YoY). Sementara itu, nilai klaim meningkat menjadi Rp1,40 triliun atau naik 9,89% YoY. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas kendaraan dan eksposur risiko.





