Penulis: Salmon
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mendapatkan tambahan alokasi signifikan untuk program cetak sawah baru pada tahun 2026. Total luas lahan yang akan digarap kini mencapai 24.700 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pertanian yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan tujuan meningkatkan produksi beras di tengah meningkatnya kebutuhan pangan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa sebelumnya Sulawesi Tenggara hanya memperoleh alokasi seluas 14.700 hektare. Namun, setelah adanya tambahan 10.000 hektare, total luasan program meningkat secara signifikan.
“Penambahan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka,” ujarnya.
Program cetak sawah baru ini akan tersebar di 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara, di antaranya Kabupaten Kolaka, Konawe, Bombana, hingga Kota Kendari dan Baubau. Pemerataan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan sektor pertanian sekaligus membuka potensi lahan produktif baru di berbagai wilayah.
Saat ini, pelaksanaan program masih berada pada tahap survei, investigasi, dan desain (SID). Proses ini melibatkan tim dari Universitas Halu Oleo yang bertugas menentukan lokasi yang layak dijadikan sawah baru. Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum dimulainya pekerjaan fisik di lapangan.
Pemprov Sultra bersama pemerintah kabupaten dan kota juga tengah menyiapkan data calon petani dan calon lokasi (CPCL). Ditargetkan, tahap desain dapat rampung pada 27 April 2026. Selanjutnya, program akan masuk ke tahap kontrak pelaksanaan sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan cetak sawah di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews





