Pilu, Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Terjebak Selama 10 Jam, Sempat Menelepon Keluarga dalam Keadaan Terjepit

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Korban tabrakan kereta di Bekasi terjebak selama 10 jam. Sepupunya menyebut korban sempat menelepon keluarga dalam keadaan terjepit.

Terdapat satu cerita mengharukan pada salah satu korban tragedi kereta di Bekasi. Ia bernama Endang Kuswati (40).

Pada saat kejadian pada Senin (27/4/2026), Endang ternyata sempat menghubungi keluarganya. Hal ini diungkap oleh sepupu Endang, Iqbal.

Iqbal mengatakan jika Endang terjepit selama 10 jam di dalam gerbong khusus wanita. Sekitar satu jam setelah kejadian dan dalam kondisi terluka, Endang masih sempat menggunakan sisa tenaganya untuk menelepon keluarga.

"Iya jadi dia (Endang) waktu awal masih sempet buka handphone, ngabarin keluarga. Dia sampaikan bahwa dia ada di dalam kereta yang kecelakaan, terus nangis sambil telepon minta tolong supaya diselamatkan," ungkap Iqbal, dikutip dari Kompas.com.

Panggilan penuh isak tangis itu diterima keluarga sekitar pukul 22.00 WIB, atau sekitar satu jam setelah tabrakan terjadi. Pada malam itu, Endang baru saja pulang bekerja di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat dan sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

"Dia itu korban baru mengabari kita ya sekitar jam 10 malam. Dia menelepon ke kerabat kita di daerah Bekasi. Dia telepon kalau misalkan dia itu jadi salah satu korban yang ada di kereta tersebut," kata Iqbal.

Saat mendengar suara Endang, pihak keluarga sempat panik dan langsung bergegas menuju Stasiun Bekasi Timur. Namun setibanya di lokasi, keluarga sempat kebingungan, ditambah dengan minimnya informasi.

"Dari jam segitu tuh kita langsung menuju ke stasiun ya, karena kita dari Jakarta untuk memastikan korban itu ada datanya. Cuman dari jam 22.00 WIB malam itu sampai jam 02.00 WIB malam itu kita masih belum dapat kabar apakah korban ada di rumah sakit ataupun ada masih di dalam," ucapnya.

Beruntung, pihak keluarga bisa mendapatkan informasi mengenai keberadaan Endang pada pukul 02.00 WIB. Hal ini berawal dari jepretan kamera seorang fotografer di lokasi.

"Jadi aku dapat salah satu foto dari pers itu, korban itu masih di dalam kondisi lemas dan udah di dalam proses oksigen. Nah saya lihat beberapa fotonya ternyata kelihatan ada sepupu saya itu, kelihatan dari celah-celah gitu posisi terjepit kan," jelas Iqbal.

 

Melihat kondisi Endang yang memprihatinkan, suami dan anak korban akhirnya diberikan izin oleh petugas untuk menerobos area evakuasi. Mereka pun memberikan dukungan mental pada Endang.

"Akhirnya langsung masuk ke dalam, suami dan anaknya sempat mendampingi lah, setidaknya sedikit gitu memberikan semangat ya sekitar jam 02.00 WIB pagi. Anaknya juga diizinin untuk masuk melihat kondisinya," kata dia.

"Dia sampai tidur di reruntuhan orang ya, karena di bawah ataupun di belakangnya itu masih banyak ada beberapa yang meninggal. Dia itu berdiri di dalam tumpukan-tumpukan manusia gitu, orang-orang yang notabene itu juga jadi korban, tapi yang masih bergerak gitu adalah dari sepupu saya sendiri," tambahnya.

Seperti yang telah diketahui, jumlah korban meninggal dunia pada insiden tersebut mencapai 15 orang. Sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Insiden tabrakan kereta di Bekasi tersebut telah menjadi mimpi buruk bagi para korbannya. Termasuk dengan salah satu korban bernama Endang yang terjebak selama 10 jam dan sempat menelepon keluarga. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Pengasuh Daycare Aniaya Balita di Banda Aceh, Pelaku Ditangkap Polisi
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Menteri PPPA Minta Posisi Gerbong Khusus Wanita Dipindah Demi Keamanan
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Spesifikasi Taksi Green SM Buatan VinFast Picu Kecelakaan Maut KRL di Bekasi, Harga Sewa Rp1,5 Juta Per Bulan
• 20 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Ziarah ke Makam Kakeknya Margono Djojohadikusumo di Banyumas
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Ade Armando Bantah Sebut JK Nistakan Agama
• 18 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.