jpnn.com, JAKARTA - Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (29/4) ini resmi menggelar sidang perdana perkara penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Oditur militer menghadirkan empat terdakwa prajurit TNI yang berasal dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) ke persidangan.
BACA JUGA: Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Bakal Dihadirkan di Pengadilan Militer
Empat terdakwa yang hadir menggunakan pakaian dinas lapangan, yakni Sersan Dua Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetyo (NDP), dan Lettu Sami Lakka (SL).
Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto menjadi hakim ketua dan Letkol KUM Iwan Tasri serta Mayor Laut Mokhamad Zainal masing-masing bertindak selaku anggota.
BACA JUGA: Kasus Andrie Yunus Pelanggaran HAM Serius oleh Kelompok Aparat, Komnas HAM: Bentuk TGPF
Sidang dilaksanakan secara terbuka bagi awak media, tetapi Andrie Yunus selaku korban absen dalam peradilan tersebut.
Oditurat Militer II-Jakarta menerapkan Pasal 469 ayat 1 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP, Pasal 468 ayat 1 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP, dan Pasal 467 ayat 1 juncto ayat 2 KUHP juncto Pasal 20 huruf c KUHP ke terdakwa penyiraman air keras.
BACA JUGA: Kasus Andrie Yunus: Komnas HAM Bikin Rekomendasi untuk Polisi hingga Presiden
Pasal 469 ayat 1 berkaitan dengan penganiayaan berat dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Sementara itu, Pasal 467 ayat 1 berkaitan tentang penganiayaan berencana dengan pidana maksimal empat tahun. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




