Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menargetkan jumlah peserta didik Sekolah Rakyat menembus lebih dari 100 ribu siswa pada tahun depan.
Target ini menjadi bagian dari ekspansi program pendidikan berbasis pengentasan kemiskinan yang diinisiasi pemerintah. Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam konferensi pers satu tahun perjalanan Program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul memaparkan bahwa perkembangan Sekolah Rakyat menunjukkan tren positif sejak pertama kali beroperasi pada 2025.
"Jika tahun ini sudah lebih dari 45 ribu siswa, maka tahun depan kita akan mengalokasikan 60 ribu tambahan. Artinya, totalnya insyaallah sudah lebih dari 100 ribu siswa Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul kepada wartawan termasuk tvrinews.com, di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, program yang awalnya dimulai di 63 titik itu terus mengalami penambahan hingga kini berjalan di puluhan lokasi di berbagai daerah. Meski sempat menghadapi tantangan pada awal pelaksanaan, seperti adaptasi guru, siswa, dan pemerintah daerah, program ini dinilai mampu berjalan dengan baik.
Menurutnya, kepercayaan diri siswa meningkat seiring waktu, bahkan sejumlah peserta didik telah menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga daerah.
Selain peningkatan jumlah siswa, pemerintah juga tengah membangun gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 1.000 siswa per lokasi, mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Pembangunan ini ditargetkan rampung pada Juli mendatang.
Gus Ipul menegaskan, ekspansi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah. Setelah menembus 100 ribu siswa pada 2027, jumlah peserta didik diproyeksikan terus meningkat hingga lebih dari 200 ribu pada 2028 dan mencapai lebih dari 400 ribu pada tahun-tahun berikutnya.
"Semua ini mengikuti arahan Presiden dan dikoordinasikan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat," ucapnya.
Editor: Redaktur TVRINews





