Indeks Wall Street Melemah Tertekan Perlambatan Kinerja OpenAI

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada perdagangan Selasa (28/4). Pelemahan itu antara lain dipicu tekanan dari sentimen laporan yang menunjukkan perlambatan kinerja keuangan OpenAI serta kenaikan harga minyak.

Indeks S&P 500 turun 0,49% ke level 7.138,80. Sementara itu, indeks berbasis teknologi Nasdaq Composite terkoreksi 0,9% ke posisi 24.663,80. Adapun Dow Jones Industrial Average turun tipis 25,86 poin atau 0,05% menjadi 49.141,93.

Penurunan pada indeks sempat tertahan oleh kenaikan saham The Coca-Cola Company yang melonjak hampir 4% setelah melaporkan laba di atas ekspektasi pasar.

Sentimen negatif juga datang dari laporan the Wall Street Journal (WSJ) yang menyebutkan pertumbuhan pendapatan dan jumlah pengguna baru OpenAI berada di bawah target internal.

Dalam laporan itu, Chief Financial Officer (CFO) OpenAI, Sarah Friar, dikabarkan menyampaikan kekhawatiran bahwa perusahaan berpotensi kesulitan memenuhi kontrak komputasi di masa depan jika pertumbuhan pendapatan tidak meningkat signifikan.

Di sisi lain, saham sektor semikonduktor turut tertekan. ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot sekitar 3%. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, Broadcom melemah lebih dari 4%, Advanced Micro Devices terkoreksi lebih dari 3%, dan Oracle Corporation turun sekitar 4%.

Chief Investment Officer (CIO) Integrated Partners, Stephen Kolano, menilai pelemahan ini dipicu aksi ambil untung seiring sikap hati-hati investor menjelang rilis laporan keuangan emiten besar.

Pasar pekan ini akan menantikan laporan kinerja sejumlah raksasa teknologi yang tergabung dalam kelompok Magnificent Seven. Alphabet Inc, Amazon.com Inc, Meta Platforms Inc, dan Microsoft Corporation dijadwalkan merilis laporan pada Rabu (29/4) ini, sedangkan Apple Inc menyusul pada Kamis (30/4).

Pergerakan indeks pada Selasa terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin (27/4). Namun, penguatan pasar tertahan oleh mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Selama akhir pekan, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata dengan Iran. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan negosiasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan belum ada pertemuan yang direncanakan antara Teheran dan Washington.

Meski demikian, harga minyak mentah kembali naik pada Selasa. Kontrak berjangka West Texas Intermediate melonjak lebih dari 3% menjadi US$ 99,93 per barel, sementara Brent Crude naik 2,8% ke level US$ 111,26 per barel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Samsat Sultra Apresiasi Wajib Pajak dengan Hadiah Emas
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
2 Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Terancam 5 Tahun Penjara
• 16 menit laludetik.com
thumb
Parlemen dari Partai Demokrat Ramai-Ramai Minta Trump Tolak Produsen Mobil China Masuk ke Pasar Otomotif AS
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Ingin Bahasa Inggris hingga Mandarin Diajarkan Mulai SD, Manfaatkan Smartboard
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 April 2026
• 11 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.