Peserta UTBK di Untidar Tertangkap Curang Gunakan Alat di Telinga

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Dhian Adhie

TVRINews, Yogyakarta

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar (Untidar), Magelang, diwarnai dugaan kecurangan oleh salah satu peserta.

Seorang peserta tertangkap menggunakan perangkat elektronik yang disembunyikan di dalam telinga untuk memperoleh jawaban ujian. Aksi tersebut terungkap berkat kejelian pengawas, meski sempat lolos dari pemeriksaan metal detector.

Kecurigaan muncul saat pengawas dan operator TIK melihat gelagat tidak wajar dari peserta yang tampak gelisah dan berulang kali memegang telinga.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan alat bantu dengar berukuran kecil di dalam telinga peserta. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit ponsel serta sebuah perangkat lain yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kecurangan.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untidar, Suyitno, menyatakan seluruh temuan telah dicatat dalam berita acara, dan peserta yang bersangkutan mengakui kepemilikan perangkat tersebut.

“Seluruh temuan sudah kami tuangkan dalam berita acara. Yang bersangkutan juga mengakui barang tersebut miliknya. Perangkat itu jelas dilarang dibawa saat pelaksanaan UTBK,” ujar Suyitno, Rabu (29/4/2026).

Ia menegaskan, pemeriksaan peserta telah dilakukan sesuai prosedur menggunakan metal detector. Namun, pengawas tetap diminta meningkatkan kewaspadaan selama ujian berlangsung.

“Kami tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga menginstruksikan pengawas untuk mencermati perilaku peserta selama ujian,” tambahnya.

Meski terindikasi melakukan kecurangan, peserta tetap diizinkan menyelesaikan ujian hingga selesai, dengan tambahan waktu 15 menit akibat proses pemeriksaan.

Usai ujian, panitia melakukan pemeriksaan lanjutan dan menyita seluruh barang bukti. Peserta juga telah menandatangani berita acara pelanggaran.

Hingga saat ini, pihak Untidar masih menunggu keputusan dari panitia pusat UTBK terkait sanksi yang akan dijatuhkan, termasuk kemungkinan diskualifikasi.

Kasus ini menjadi peringatan bagi penyelenggara untuk terus memperketat pengawasan, seiring berkembangnya modus kecurangan yang semakin canggih.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro: Korban Luka-luka Tabrakan KA di Bekasi 90 Orang, 44 Sudah Pulang
• 4 jam laludetik.com
thumb
Ribut-ribut Ukraina dan Israel Gegara Pengiriman Gandum, Ada Apa?
• 18 jam laludetik.com
thumb
Bukan Hanya Nikel, Produk Baja Olahan RI Mulai Masuk ke Pasar Ekspor
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
KAI soal Posisi Gerbong: Kami Tak Bedakan Keselamatan Perempuan dan Laki-laki
• 8 jam laludetik.com
thumb
Arahan Gus Ipul ke Ribuan Pendamping PKH: Kerja Berdampak Nyata
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.