Stasiun Bekasi Timur kembali dibuka pasca kecelakaan KRL Kampung Bandan-Cikarang dan KA Argo Bromo. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) Bobby Rasyidin mengatakan, jalur hilir kereta api yang terdampak kecelakaan telah dibuka pada Selasa (28/4) pukul 01.30 WIB.
Dengan dibukanya jalur hilir, maka KA Jarak Jauh (KAJJ) dari arah timur sudah bisa melintas. Seiring dengan itu, pembersihan jalur hulu dari puing-puing sisa insiden juga telah rampung pada Rabu (29/4) pukul 02.00 WIB.
“Kami bersama KNKT telah memastikan keselamatan penggunaan jalur ini untuk kereta jarak jauh, meskipun masih dilakukan pembatasan kecepatan 30 km/jam di area stasiun,” kata Bobby dalam keterangannya hari ini.
Bobby juga memastikan ada dua posko tanggap darurat yang berlokasi di Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Gambir selama masa pemulihan pascainsiden, dalam 14 hari ke depan.
Pada kesempatan yang sama, Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan pembukaan Stasiun Bekasi Timur akan mengutamakan aspek keselamatan. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melakukan proses clearance.
Sebelum Stasiun Bekasi Timur dibuka, pihaknya telah lebih dulu melakukan persiapan uji rel hingga persinyalan. Sebab, yang paling utama adalah aspek keselamatan.
Sementara terkait perkembangan penanganan dan layanan kereta api pasca kecelakaan, Dudy mengungkap korban meninggal dunia menjadi 16 penumpang dan 90 penumpang luka-luka.
“38 penumpang sudah diperbolehkan pulang,” imbuhnya.





