Boyolali: Salah satu korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Farida Utami dimakamkan di Dukuh Beji, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Boyolali, Rabu, 29 April 2026. Farida dimakamkan di kampung halamannya pukul 11.00 WIB.
Suasana duka menyelimuti kediaman almarhumah. Pelayat berdatangan silih berganti menyampaikan belasungkawa. Korban merupakan anak keempat dari enam bersaudara, meninggalkan tiga anak dan satu cucu.
"Istimewanya, adik saya kemarin sebenarnya itu pulang ke kampung, ke rumah orang tua tanpa ada pemberitahuan. Jadi ibu saya itu kaget, tiba-tiba langsung nyelonong. Langsung silaturahmi ke keluarga," ujar kakak kandung korban, Farid Rojab, di Boyolali, Rabu, 29 April 2026.
Kecelakaan kereta api. Foto: Antara
Setelah sempat silaturahmi ke rumah orang tuanya, korban yang berprofesi sebagai perawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta kembali ke peratauan karena harus kembali bekerja pada Selasa, 28 April 2026. Namun nahas, korban menjadi korban kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
"Saya sebetulnya pas lagi pulang dari kerja. Terus saya naik KRL yang jurusan Cikarang juga. Saat saya sampai di daerah Tambun itu ada pengumuman KRL Cikarang berikutnya ada di daerah Jatinegara. Tadi nggak punya perasaan apa-apa,” beber Farid.
Kemudian, ia mengaku mendapatkan firasat buruk saat mendengar kabar kecelakaan KRL sekitar pukul 20.35 WIB. Farid curiga karena nama sang adik tidak ada dalam daftar di RS.
“Saya telepon hampir 10 kali lebih. Pertama, teleponnya berdering. Berdering berarti aktif tapi tidak diangkat. Nah pikiran saya mungkin baterainya drop,” imbuh Farid.
Baca Juga :
Untuk mengobati rasa khawatirnya, ia mendatangi RS Cipto Mangunkusumo sekaligus menjenguk istrinya di IGD. Diketahui, Farida merupakan perawat di IGD RS Cipto Mangunkusumo. Namun ia tidak mendapatkan kepastian kabra adiknya saat itu.
“Saat itu belum diinformasikan bahwa Farida sudah di situ dan belum diketahui. Belum diinformasikan karena pencocokan data dari rumah sakitnya. Kepastiannya baru sekitar pukul 02.30 WIB, saat mengecek berita di media massa dan terdapat nama Farida menjadi salah satu korban," ungkap Farid.




