REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Surat kabar “Jerusalem Post” mengungkap perubahan mencolok pada sifat hubungan militer antara Washington dan Tel Aviv.
Perubahan ini muncul di tengah gencatan senjata regional yang rapuh. Surat kabar Israel ini menyebut adanya pembicaraan mendatang yang berpotensi mengarah pada penghentian bertahap bantuan militer AS kepada Israel, sebagai gantinya akan beralih ke kemitraan pertahanan bersama.
Baca Juga
Iran Netralkan Bom ‘Busuk AS’ dari Besar Hingga Kecil, Diteliti dan Dimodifikasi Ulang
Adegan Penyergapan Drone Hizbullah Mengguncang Israel, Publik Terus Meragukan Kemampuan Militer
Penasihat Jerman: Iran Lebih Kuat dari Dugaan Semua Orang, Sedangkan AS Menuju Jurang Kehinaan
Dikutip dari Aljazeera, Rabu (29/4/2026), surat kabar tersebut menyebutkan pembicaraan krusial ini kemungkinan akan dimulai segera pada Mei mendatang.
Hal ini dengan fokus pada penghentian bertahap bantuan militer AS kepada Israel, sebagai gantinya akan dialihkan ke pendanaan untuk kemitraan pertahanan bersama.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pembicaraan ini, yang berlangsung di tengah situasi regional yang tegang akibat terhambatnya negosiasi antara Washington dan Teheran—yang berisiko kembali macet akibat ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menyerang Iran lagi—akan menentukan arah kemitraan dengan Israel untuk satu dekade atau lebih ke depan.
Sementara tujuan tradisional bantuan AS kepada Tel Aviv adalah memastikan aliran dukungan berupa perlengkapan dan senjata untuk mempertahankan keunggulannya di kawasan.
Surat kabar tersebut mencatat adanya pergeseran dalam sifat dukungan ini, dari logika pendanaan langsung menjadi pembagian beban dalam proyek-proyek pertahanan.Apa saja poin utama pembicaraan yang akan datang?
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)