jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pool taksi Xanh SM (Green SM) di Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4) malam.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan mengatakan sidak bertujuan memastikan penerapan Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU), berjalan sesuai ketentuan karena berkaitan dengan keselamatan kendaraan.
BACA JUGA: Kemenhub Mengusut Dugaan Keterlibatan Taksi Green SM, Berikut Tahapannya
“Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi,” ucap Aan dalam keterangannya, pada Rabu (29/4).
Menurut dia, kegiatan malam itu dilakukan di pool Green SM Bekasi, karena merupakan lokasi asal operasional kendaraan yang diduga terlibat kecelakaan.
BACA JUGA: Pool Taksi Green SM Disidak Kemenhub Buntut Tragedi Bekasi Timur
Inspeksi yang dilaksanakan berfokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen-elemen keselamatan lainnya.
“Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, telah dilaksanakan sesuai ketentuan,” kata dia.
BACA JUGA: Taksi Hijau jadi Pemicu Kecelakaan Kereta di Bekasi, DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas
“Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,” lanjutnya.
Aan menuturkan pendalaman lanjutan akan dilakukan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, pada hari berikutnya untuk memperoleh kesimpulan menyeluruh.
Selain itu, Ditjen Hubdat pun akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KNKT perihal dugaan keterlibatan kendaraan dalam peristiwa kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Sebelumnya, kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di perlintasan sebidang di kawasan Bekasi Timur
Awalnya taksi Green berada di perlintasan rel kereta, yang mengakibatkan KRL Commuter Line menabrak taksi milik pengusaha Vietnam tersebut.
Akibatnya arus perjalanan terganggu, ada KRL Commuter Line 2 yang berhenti mendadak dan sedang menurunkan penumpang.
Di saat yang sama, Kereta Api Argo Bromo Anggrek tidak dapat mengerem dan menghantam bagian belakang KRL 2 dengan kecepatan tinggi. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Adelia Lulusan UB Baru 4 Bulan Bekerja dan Bu Ela Guru PNS, Meninggal Akibat Kecelakaan Kereta
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




