Laba Bersih UNTR Anjlok 80% Jadi Rp 642 M, Tak Ada Penjualan Emas di Agincourt

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Kinerja keuangan emiten alat berat Grup Astra PT United Tractors Tbk (UNTR) babak belur pada kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 642,75 miliar, anjlok 80% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,18 triliun.

Pendapatan perseroan turun 17% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 28,55 triliun dari sebelumnya Rp 34,26 triliun. Manajemen UNTR menjelaskan, penurunan ini terjadi karena merosotnya kontribusi PT Agincourt Resources akibat tidak adanya penjualan emas.

Tak hanya itu, kinerja segmen mesin konstruksi serta kontraktor penambahan yang lesu seiring penurunan alokasi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) batu bara nasional pada 2026. Meski begitu, tekanan tersebut dapat ditahan oleh pertumbuhan pendapatan dari segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi, yang ditopang kenaikan harga rata-rata batu bara.

Secara rinci, pendapatan segmen kontraktor penambangan tercatat Rp 11,9 triliun atau turun 6%. Sementara pendapatan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi naik 13% menjadi Rp 8 triliun. Adapun pendapatan segmen mesin konstruksi turun 31% menjadi Rp 7,5 triliun, sedangkan segmen pertambangan emas dan mineral lainnya merosot 76% menjadi Rp 692 miliar.

Pada triwulan pertama tahun ini, UNTR mencatatkan beban non berulang sebesar Rp 1,2 triliun. Beban ini terutama berasal dari pembayaran terkait pemanfaatan kawasan hutan di tambang nikel Stargate serta provisi penurunan nilai investasi panas bumi di PT Supreme Energy Rantau Dedap.

Per 31 Maret 2026, perseroan mencatatkan utang bersih sebesar Rp 5,5 triliun, berbalik dari posisi kas bersih Rp 7,7 triliun pada akhir 2025. Perubahan ini terutama disebabkan akuisisi perusahaan tambang emas dan program pembelian kembali saham.

Kinerja Operasional UNTR dari Tiap Lini Bisnisnya

Apabila menelisik lebih dalam, pada unit usaha mesin konstruksi, penjualan alat berat Komatsu turun 20% menjadi 1.107 unit. Penurunan ini terutama terjadi di sektor pertambangan.

Dari total penjualan, sebanyak 50% diserap sektor pertambangan, 17% perkebunan, 18% konstruksi dan 15% kehutanan. Pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan juga turun 4% menjadi Rp 2,7 triliun.

Kemudian di unit usaha kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT Kalimantan Prima Persada mencatatkan volume pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 236 juta bcm, turun 7% secara yoy.

Sementara produksi batu bara untuk klien turun 4% menjadi 31 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,6 kali. Penurunan ini mengikuti penyesuaian target produksi klien sesuai dengan RKAB yang telah disetujui.

Lalu unit usaha pertambangan batu bara termal dan metalurgi justru mencatatkan pertumbuhan positif. Melalui PT Tuah Turangga Agung, volume penjualan batu bara mencapai 4 juta ton, termasuk 0,9 juta ton batu bara metalurgi, naik 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jika termasuk penjualan batu bara pihak ketiga, total volume mencapai 4,6 juta ton atau naik 20%. Pendapatan segmen ini meningkat 13% menjadi Rp 8 triliun didorong harga jual rata-rata batu bara yang lebih tinggi.

Sementara itu, unit usaha pertambangan emas dan mineral lainnya mengalami tekanan paling besar. Pendapatan segmen ini turun 76% menjadi Rp 692 miliar terutama karena tidak adanya penjualan emas dari Tambang Martabe.

Anak usaha perseroan yaitu PT Agincourt Resources dan PT Sumbawa Jutaraya hanya mencatatkan penjualan setara emas sebesar 4 ribu ons, turun 93% secara yoy.

Namun, pada Maret 2026, Tambang Emas Martabe telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kembali melanjutkan operasional.

Di bisnis nikel, PT Stargate Pasific Resources mencatatkan penjualan bijih nikel sebesar 597 ribu wet metric ton (wmt), terdiri atas 171 ribu wmt saprolit dan 426 ribu wmt limonit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terganggu dengan Keberadaan Doktif di Polda, Pengacara Richard Lee: Pansos
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Muhammadiyah Diminta Sembelih Dam di Tanah Air, Ini Penjelasannya
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Proses Identifikasi Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur, 7 Keluarga Korban Datang ke RS Polri
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Komisi XIII DPR dorong peningkatan fasilitas LPP Jayapura
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri Peringatan May Day
• 4 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.