Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan uji coba operasional KRL lintas Bekasi–Cikarang berjalan lancar sebagai bagian dari pemulihan layanan secara bertahap usai insiden kecelakaan.
Uji Coba Operasional dan Kesiapan LintasUji coba dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional penumpang sebelum layanan kembali dibuka secara penuh.
Pada Rabu pukul 11.55 WIB, rangkaian uji coba CL-125.4008 melintas di Stasiun Bekasi Timur sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, "Setelah proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, uji coba operasional pertama telah berhasil dilaksanakan dengan aman."
Anne menjelaskan, "Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan."
KAI menegaskan pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap berdasarkan evaluasi dan pengujian keselamatan yang berkelanjutan.
Penanganan Korban dan Layanan InformasiDi tengah proses pemulihan, KAI menyatakan fokus utama tetap pada penanganan korban kecelakaan.
Total korban tercatat sebanyak 107 orang dengan rincian 16 orang meninggal dunia dan 91 orang mengalami luka-luka.
Dari jumlah korban luka, sebanyak 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sementara sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Anne menyampaikan, "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan."
KAI memastikan barang-barang milik korban yang ditemukan akan didata dan dikembalikan kepada keluarga secara bertahap.
Perusahaan juga menyiagakan posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan kereta jarak jauh yang terdampak.
Layanan di Stasiun Gambir mencakup pengembalian bea tiket bagi penumpang yang terdampak.
KAI menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.




