PT Vale Catat Kinerja Keuangan Solid pada Triwulan I 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – PT Vale Indonesia Tbk (IDX: INCO) mencatat kinerja keuangan yang solid pada triwulan pertama 2026 (1T26), meskipun produksi dan pengiriman nikel matte mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

Kinerja positif ini ditopang oleh kenaikan harga jual, disiplin pengelolaan biaya, serta peningkatan efisiensi operasional.

Produksi Nikel dalam Matte

Produksi pada 1T26 menurun sesuai rencana perusahaan, seiring optimalisasi pemeliharaan, termasuk pembangunan kembali Furnace 3 yang ditargetkan selesai pada semester I 2026, serta dampak persetujuan RKAB 2026.

Sejalan dengan itu, pengiriman nikel matte turun 25% secara triwulanan. Meski demikian, PT Vale tetap optimistis mencapai target produksi tahunan sebesar 67.645 ton.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting dengan beroperasinya tiga blok tambang sekaligus: Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Bahkan, Perseroan telah memulai penjualan perdana bijih nikel limonit dari Pomalaa pada awal tahun ini.

Penjualan Bijih Nikel Kinerja Keuangan

Harga rata-rata nikel matte mencapai US$14.213 per ton, naik 15% dari triwulan sebelumnya. Kenaikan ini menjadi pendorong utama peningkatan EBITDA sebesar 29% dan lonjakan laba bersih hingga 85% secara triwulanan.

Biaya dan Efisiensi

Biaya tunai nikel matte tercatat US$10.382 per ton, sedikit meningkat dari periode sebelumnya akibat kenaikan harga input.

Sementara itu, biaya bijih nikel tetap stabil:

Perseroan menargetkan efisiensi lebih lanjut melalui peningkatan volume produksi, khususnya dari Pomalaa.

Konsumsi Energi dan Harga Rata-rata

Konsumsi bahan bakar menurun sesuai rencana, didukung efisiensi operasional dan pengadaan yang disiplin, sekaligus mendukung target penurunan emisi.

Strategi Keuangan dan Investasi

Pada 23 April 2026, PT Vale menandatangani fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta, yang menjadi yang pertama di industri pertambangan Asia Tenggara.

Belanja modal pada 1T26 mencapai US$139 juta, dengan posisi kas sebesar US$220,1 juta per 31 Maret 2026.

Pernyataan Manajemen

CEO dan Presiden Direktur PT Vale, Bernardus Irmanto, menyatakan, “Di tengah tantangan dan ketidakpastian, kami tetap mampu menjaga margin positif dan disiplin keuangan. Penjualan perdana limonit dari Pomalaa menjadi langkah penting dalam diversifikasi pendapatan dan keberlanjutan bisnis ke depan…”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Anggota Komisi VI Desak KAI Beri Dukungan Penuh ke Korban Tabrakan Kereta Bekasi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Gaming Jadi Mesin Uang Baru Bukalapak (BUKA), Sumbang Lebih dari 80% Pendapatan
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Merchant Shopee-Tokopedia Cs hingga Pinjol Setor Pajak Digital Rp50,5 T
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Sejarah Keberadaan Gerbong Kereta Khusus Perempuan di KRL
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Manuver “Maut” Veda Ega Pratama di Moto3 Spanyol Buat Namanya Kini Dikaitkan dengan Legenda MotoGP
• 11 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.