jpnn.com - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) melakukan aksi sosial melalui pendampingan bagi pasien anak berpenyakit berat bersama dengan orang tuanya. Kegiatan yang menjadi bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) itu menggandeng Rumah Harapan Indonesia (RHI) di Jakarta.
"Sebagai perusahaan yang berfokus pada layanan medis, kami meyakini bahwa kesembuhan pasien tidak hanya bergantung pada keandalan alat kesehatan, tetapi juga dukungan psikologis yang kuat," kata Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif, Rabu (29/4).
BACA JUGA: Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Menteri PPPA Disentil Bang Reza
Melalui kegiatan tersebut, tim IRRA berinteraksi langsung dengan pasien anak-anak melalui aktivitas kreatif seperti mewarnai, membuat gelang harapan, dan bermain bersama.
Kehadiran para sukarelawan ini bertujuan menciptakan ruang kebersamaan yang hangat guna memupuk optimisme bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit berat.
BACA JUGA: PPPK Jadi Primadona Honorer, Sayang, Hak Setara PNS Sebatas Janji
Heru menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam mendukung setiap perjalanan pasien menuju kesembuhan. Kegiatan bertajuk “Menguatkan Harapan, Menemani Proses Pemulihan” sebagai bagian dari sistem pendukung bagi pasien, melampaui peran mereka sebagai penyedia infrastruktur medis.
"Selain memberikan pendampingan moral, kami juga menyalurkan donasi finansial untuk menyokong operasional harian Rumah Harapan Indonesia," ucapnya.
BACA JUGA: Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta Sistematis
Donasi yang diberikan diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi, transportasi menuju rumah sakit, serta fasilitas tinggal yang aman bagi anak-anak dari luar daerah.
Heru menambahkan bahwa bantuan ini merupakan upaya perusahaan untuk meringankan beban keluarga pasien sehingga mereka dapat lebih fokus pada proses pengobatan tanpa harus terbebani oleh kendala finansial harian di perantauan.
Sementara itu, Founder Rumah Harapan Indonesia Valencia Mieke Randa, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia menjelaskan bahwa banyak keluarga pasien dari pelosok daerah mengalami kelelahan fisik dan mental saat menjalani pengobatan jangka panjang di Jakarta.
Kehadiran program CSR dari sektor swasta seperti IRRA memberikan jeda dari rasa sakit yang dirasakan anak-anak sekaligus memberikan suntikan semangat bagi para orang tua agar tidak merasa sendirian dalam perjuangan tersebut.
Valencia berharap sinergi antara sektor swasta dan lembaga sosial terus berlanjut guna menciptakan dampak yang lebih luas bagi kesehatan anak Indonesia.
"Dengan dukungan yang berkelanjutan, setiap anak diharapkan mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik melalui lingkungan yang nyaman dan penuh kasih sayang selama masa perawatan medis yang menantang," ucapnya. (esy/jpnn)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Mesyia Muhammad




