WHO Ingatkan AS Soal Tunggakan Iuran

wartaekonomi.co.id
23 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rencana Amerika Serikat (AS) untuk mundur dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dipastikan belum bisa rampung secara sepihak.

Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengingatkan bahwa Washington masih memiliki kewajiban untuk melunasi tunggakan iuran keanggotaannya sebelum proses penarikan diri disahkan.

Hal tersebut disampaikan Tedros dalam konferensi pers bersama Asosiasi Koresponden Terakreditasi PBB pada Rabu (29/4). Ia menegaskan bahwa pelunasan utang iuran tersebut merupakan prasyarat yang harus dipenuhi oleh AS sendiri sesuai dengan aturan organisasi.

Baca Juga: Amerika Serikat Diam-diam Bentuk Koalisi Maritim Global untuk Amankan Selat Hormuz

Secara teknis, Tedros merinci bahwa ada dua syarat utama bagi sebuah negara anggota yang ingin menarik diri dari WHO. Pertama, memberikan masa pemberitahuan (notice period) selama satu tahun. Kedua, melunasi seluruh tunggakan iuran yang belum dibayarkan.

Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengajukan pemberitahuan penarikan diri secara resmi pada hari pertamanya kembali menjabat di Gedung Putih, yakni pada Januari 2025 lalu.

Selama ini, AS tercatat sebagai kontributor dana terbesar bagi badan kesehatan dunia tersebut. Namun, Tedros mengungkapkan bahwa hingga saat ini sama sekali tidak ada tanda-tanda dari Washington untuk segera membayarkan sisa tunggakan mereka.

Lebih lanjut, Tedros menekankan bahwa desakan penyelesaian iuran ini bukanlah sekadar masalah nominal angka, melainkan menyangkut dampak sistemik terhadap kesehatan global.

"Sejujurnya, ini bukan soal uang. Isunya adalah keamanan kesehatan harus bersifat universal," tegas Tedros.

Menurutnya, langkah AS untuk keluar dari WHO justru akan memicu situasi yang merugikan semua pihak. Keluarnya AS dari kerja sama kesehatan multilateral dinilai akan meninggalkan celah yang membahayakan warga AS sendiri sekaligus masyarakat dunia.

"AS, dengan menarik diri, membuat mereka sendiri menjadi tidak aman dan membuat seluruh dunia menjadi tidak aman," imbuhnya.

Sebagai penutup, Tedros menyatakan bahwa tujuan akhir WHO dalam mengawal proses ini adalah untuk membuka ruang dialog.

"Oleh karena itu, fokus kami bukan soal uang. Fokusnya adalah membantu AS untuk memahami situasi ini dan mempertimbangkan kembali keputusannya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi May Day Digelar Mahasiswa di Jatinangor, Angkat Isu Ketenagakerjaan Lokal
• 44 menit lalukumparan.com
thumb
Pupuk organik dongkrak hasil panen saat konflik Timur Tengah memanas
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Segera Sesuaikan HET Minyakita Akibat Kenaikan Harga CPO Global
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Eks Kasat Resnarkoba Toraja Utara Ajukan Banding atas Putusan PTDH Polda Sulsel
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Targetkan UU Ketenagakerjaan Baru Rampung 2026, Buruh Diminta Ikut Susun dari Awal
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.