Banjarmasin: Fenomena El Nino berpotensi memperpanjang musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Apalagi, Kalsel juga masih menghadapi ancaman serius lainnya, seperti banjir dan karhutla.
“Risiko bencana di daerah kita adalah ancaman nyata yang membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Dua potensi utama yang harus kita antisipasi bersama adalah banjir serta kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, dilansir dari Antara, Rabu, 29 April 2026.
Hal itu disampaikan Ronny saat membuka Desk Relawan Penanggulangan Bencana pada peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), di Kabupaten Banjar. Ia juga mengingatkan kembali pengalaman banjir besar tahun 2021 serta potensi kejadian serupa pada periode 2025/2026.
Baca Juga :
El Nino, BPBD DKI Siapkan Mitigasi hingga Antisipasi KebakaranDikatakan, kegiatan Desk Relawan tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki tiga agenda utama. Agenda tersebut meliputi penguatan silaturahmi dan konsolidasi antar lembaga relawan, peningkatan pemahaman SOP peringatan dini, serta pendataan profil sumber daya manusia dan peralatan kebencanaan.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi saat terjadi bencana. Ronny menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana.
Ia menyebut kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang. Secara global, setiap satu rupiah yang diinvestasikan dalam mitigasi dapat menghemat hingga empat sampai tujuh rupiah dalam biaya penanganan darurat dan pemulihan.
“Kita harus melihat kesiapsiagaan sebagai investasi. Dengan memperkuat relawan dan sistem peringatan dini, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat,” tegasnya.
El Nino berpotensi perpanjang kemarau dan Karhutla (ANTARA-MCKominfokalsel)
Melalui kegiatan ini, BPBD Kalsel mengajak seluruh pemangku kepentingan dan relawan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana di daerah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kalimantan Selatan.
Sementara itu, banjir tahun 2021 di Kabupaten Hulu Sungai Utara tercatat ke pos BPBD per 1 Desember, sudah ada 5.096 rumah warga yang terendam dengan 20.027 jiwa yang terdampak di sembilan kecamatan.




