TABLOIDBINTANG.COM - Katy Perry kembali menghadapi tuduhan tak enak tentang perilakunya. Aktor Josh Kloss, lawan mainnya dalam video musik "Teenage Dream", mengungkapkan secara rinci sebuah insiden yang disebutnya meninggalkan trauma. Di saat bersamaan, penyelidikan polisi atas tuduhan terpisah dari aktris Ruby Rose masih berlangsung di Australia.
Dalam wawancara dengan Page Six yang dipublikasikan pada akhir pekan lalu, Kloss (45) menuduh Perry pernah menarik turun celana dan pakaian dalamnya di sebuah pesta pada 2012, sehingga membuatnya terekspos di hadapan tamu lain.
Keduanya diketahui pernah bekerja sama dalam video musik "Teenage Dream" (2010), di mana Kloss berperan sebagai kekasih Perry. Dua tahun setelahnya, ia diundang ke pesta ulang tahun salah satu rekan Perry. Kloss mengklaim bahwa saat menyapa Perry di luar lokasi acara bersama seorang temannya, penyanyi tersebut tiba-tiba melakukan tindakan tersebut tanpa peringatan.
“Apa yang kamu lakukan?” kata Kloss, menirukan reaksinya saat itu. “Saya panik dan dia tertawa.”
Kloss menggambarkan bahwa ia sempat kesulitan memproses kejadian tersebut. Menurutnya, situasi menjadi kompleks karena dalam konteks tertentu, tindakan seperti itu bisa dianggap sebagai bentuk godaan.
Ia juga mengungkapkan sempat diundang ke pesta lanjutan dengan alasan Perry ingin berbicara dengannya, namun percakapan tersebut tidak pernah terjadi.
Kloss pertama kali mengungkap dugaan insiden ini melalui Instagram pada Agustus 2019. Ia mengaku saat itu menghadapi keraguan publik, bahkan ada yang menyarankan dirinya seharusnya merasa beruntung. “Dia, yang katanya harus saya syukuri, justru merendahkan saya di depan lingkaran terdekatnya. Kenapa saya harus bersyukur?” ujarnya.
Ia juga menyebut ada pihak dari lingkungan Perry yang menuduhnya mengarang cerita.
Menanggapi tudingan tersebut, Perry tidak membahas secara langsung dalam wawancaranya dengan The Guardian pada 2020. Ia hanya menyatakan bahwa siapa pun bisa mengatakan apa saja, dan ia tidak mungkin menanggapi semua tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Kasus yang diungkap Kloss ini muncul di tengah sorotan terhadap Perry terkait tuduhan lain dari Ruby Rose. Melalui platform Threads pada 11 April, Rose menuduh Perry melakukan pelecehan seksual di sebuah klub malam di Melbourne pada 2010.
Juru bicara Perry dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai “tidak benar sama sekali” dan “kebohongan berbahaya yang sembrono”.
Rose kemudian melaporkan kasus ini secara resmi. Kepolisian Victoria mengonfirmasi pada 15 April bahwa tim investigasi khusus tengah menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di sebuah tempat hiburan berlisensi di kawasan pusat kota Melbourne pada 2010.
Sejak laporan tersebut diajukan, Rose menyatakan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut ke publik.
Sementara itu, Perry memilih menjaga profil rendah sejak penyelidikan dikonfirmasi, namun sempat menyampaikan terima kasih kepada para penggemarnya atas dukungan yang diberikan pada 14 April.




