JAKARTA, KOMPAS.TV - Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto menyoroti pentingnya kehati-hatian pejabat negara dalam berkomunikasi di ruang publik.
Menurut Gun Gun, seorang Presiden maupun menteri harus memperkuat kemampuan mengelola komunikasi, termasuk membaca dampak dari setiap pernyataan yang disampaikan.
Gun Gun menjelaskan, satu pernyataan bisa memiliki daya ledak ketika menyangkut pilihan diksi, niat penyampaian, maupun momentum yang tidak tepat.
Ia mencontohkan seperti yang terjadi dalam pernyataan Menteri PPPA Arifah Fauzi pasca-kecelakaan kereta di Bekasi.
Ia juga menyoroti penggunaan kata-kata tertentu yang berpotensi menimbulkan tafsir negatif di tengah masyarakat.
Gun Gun mencontohkan soal pernyataan penertiban pengamat hingga inflasi pengamat. Gun Gun menilai narasi yang menyerang kelompok tertentu justru berpotensi menciptakan resistensi baru.
Menurutnya, pengamat maupun kelompok kritis seharusnya diposisikan sebagai mitra dalam demokrasi.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/T6p9C7jEQzE
#prabowo #reshuffle #menteri
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- inflasi
- pengamat
- kritik
- reshuffle
- menteri





