21 RSUD Naik Kelas Segera Diresmikan Prabowo, Dilengkapi Tujuh Dokter Spesialis

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tengah ditingkatkan kualitasnya pada Mei 2026.

21 RSUD Naik Kelas Segera Diresmikan Prabowo, Dilengkapi Tujuh Dokter Spesialis. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bakal meresmikan 21 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tengah ditingkatkan kualitasnya pada Mei 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, seluruh RSUD ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah di bidang kesehatan. Kualitas rumah sakit tipe D dan tipe D pratama ini ditingkatkan menjadi tipe C.

Baca Juga:
Momen Prabowo Menjenguk Korban Kecelakaan KAI di RSUD Bekasi

Dengan peningkatan tersebut, 21 rumah sakit tersebut akan memiliki layanan spesialis dasar serta kapasitas layanan yang lebih besar.

"21 rumah sakit telah siap untuk diresmikan oleh Bapak Presiden, yang direncanakan pada bulan Mei 2026," ujar Qodari dalam konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga:
Presiden Prabowo Kunjungi RSUD Kota Bekasi, Jenguk Korban Kecelakaan Kereta

Dia menerangkan, 21 rumah sakit ini rencananya akan dilengkapi dengan tujuh dokter spesialis dasar yang mencakup dokter anak, bedah, anestesi, penyakit dalam, obgyn, radiologi, dan patologi klinik. Selain itu, fasilitas pada ruang operasi, rawat jalan, rawat inap, radiologi, hingga farmasi juga akan dilengkapi.

Baca Juga:
Identitas 52 Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur yang Dirawat di RSUD Kota Bekasi

Menurutnya, peningkatan kualitas ini difokuskan kepada rumah sakit di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Dengan demikian, dia berharap masyarakat yang bermukim di wilayah-wilayah tersebut bisa mengakses layanan poli spesialis secara lebih mudah dan tidak lagi perlu dirujuk ke kota besar untuk mendapatkan penanganan kasus yang kompleks.

"Ini artinya, masyarakat di daerah-daerah tersebut tidak perlu lagi bepergian jauh hanya untuk mendapatkan layanan spesialistik," ujar dia.

Dia menambahkan, 21 RSUD tersebut merupakan bagian dari total 66 RSUD yang ditargetkan meningkat kelasnya pada periode 2025–2027, dengan rincian 22 RSUD pada 2025, 20 RSUD pada 2026, dan 24 RSUD pada 2027.

Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi.

Dari sisi ketenagakerjaan, peningkatan 66 RSUD tersebut diperkirakan dapat menyerap sekitar 20 ribu hingga 33 ribu tenaga kerja, berdasarkan kebutuhan rata-rata 300 hingga 500 tenaga kesehatan dan nonkesehatan per rumah sakit.

Selain itu, pasien dari wilayah DTPK juga dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi besar untuk dirujuk ke rumah sakit di kota.

"Biaya transportasi untuk pasien dari DTPK yang harus dirujuk ke RS besar di kota dapat mencapai Rp2 hingga Rp10 juta per kunjungan, belum termasuk biaya akomodasi dan hilangnya pendapatan selama tidak bisa bekerja. Dengan tersedianya RSUD berkualitas di dekat tempat tinggal mereka, beban ini dapat berkurang secara signifikan," kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamen Komdigi-Penerbit Bahas Upaya Menyehatkan Ekosistem Buku Nasional
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Puskesmas di Semarang Diperintahkan Keliling ke SPPG Periksa MBG Sebelum Didistribusikan
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari 6%, Brent Sentuh USD118/Barel
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Emiten Afiliasi Low Tuck Kwong Samindo (MYOH) Catatkan Kinerja Solid Awal 2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Piala Dunia 2026: Pemain Tutupi Mulut Saat Bertengkar Bisa Kena Kartu Merah
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.