Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia jasa pertambangan batu bara PT Samindo Resources Tbk. berhasil mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid pada awal tahun ini.
Sepanjang Januari—Maret 2026, emiten batu bara milik taipan kelahiran Singapura, Low Tuck Kwong berkode saham MYOH tersebut membukukan pendapatan sebesar US$40,96 juta.
Corporate Secretary Samindo Resources Ahmad Zaki menyebut, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan perseroan dalam mempertahankan kinerja top line yang stabil di tengah dinamika industri pertambangan.
Dari sisi profitabilitas, MYOH mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar US$3,75 juta pada tiga bulan pertama tahun ini. “Realisasi laba bersih ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menjaga tingkat margin keuntungan melalui implementasi strategi efisiensi biaya dan utilisasi aset yang terukur di seluruh lini operasi hulu ke hilir,” kata Zaki, dikutip Kamis (30/4/2026).
Sebagai gambaran, pada kuartal I/2025 MYOH mencatatkan laba bersih US$3,8 juta, naik signifikan hingga 501% dibandingkan dengan periode yang sama kuartal I/2024 sebesar US$0,64 juta.
Sejalan dengan itu, sepanjang kuartal I/2025 Samindo membukukan pendapatan US$40,9 juta, meningkat 3% dibandingkan dengan periode yang sama 2024 sebesar US$39,6 juta. Peningkatan pendapatan terutama berasal dari segmen overburden removal & coal getting yang naik 5% menjadi US$21,8 juta dan coal hauling naik 11% menjadi US$10,3 juta.
Adapun, pada kuartal I/2026 ini Samindo juga mencatatkan kinerja operasional yang berkesinambungan, didorong oleh optimalisasi armada berat dan kondisi cuaca di area tambang yang mendukung kelancaran aktivitas pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batu bara (coal getting), hingga pengangkutan batu bara (coal hauling).
Zaki memaparkan bahwa sepanjang kuartal I/2026, aktivitas overburden removal tetap menjadi jangkar utama operasional MYOH dengan capaian pertumbuhan yang sangat positif.
Volume overburden removal berhasil melonjak 10% menjadi 8,42 juta bank cubic meter (bcm) pada kuartal I/2026, dibandingkan dengan capaian sebanyak 7,65 juta bcm pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja solid pada segmen pengupasan lapisan tanah ini sejalan dengan peningkatan pada segmen coal getting, di mana perseroan mencatatkan kenaikan volume sebesar 7% secara tahunan menjadi 1,43 juta ton dari sebelumnya 1,34 juta ton.
Melengkapi tren pertumbuhan operasional pada awal tahun ini, segmen coal hauling juga bergerak stabil dengan volume yang sedikit meningkat menjadi 5,86 juta ton, dibandingkan dengan capaian pada kuartal I/2025 sebanyak 5,75 juta ton.
Zaki menegaskan bahwa stabilitas produktivitas dari operasional inti tersebut memberikan fondasi yang kuat bagi pencapaian finansial perseroan.
“Kinerja operasional dan finansial pada kuartal pertama 2026 merefleksikan resiliensi model bisnis perseroan. Solidnya volume overburden removal dan pencapaian target proporsional pada coal getting merupakan hasil dari disiplin eksekusi di lapangan serta kesiapan utilitas alat berat kami,” tuturnya.
Ke depannya, lanjutnya, MYOH akan terus mempertahankan fokus pada optimalisasi aset produktif dan pengendalian biaya (cost control) yang ketat. “Kami optimis fundamental operasional yang kuat ini akan mengamankan target tahunan perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujarnya.
Untuk diketahui, Samindo Resources merupakan perusahaan investment holding dengan fokus utama pada penyediaan jasa pertambangan batu bara, termasuk pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batu bara (coal getting), pengangkutan batu bara (coal hauling), pemetaan geologi dan pengeboran (geological mapping and drilling), serta jasa sewa kendaraan (light vehicle rent services).
Seluruh kegiatan itu dijalankan Samindo melalui lima anak perusahaan, yaitu PT SIMS Jaya Kaltim, PT Trasindo Murni Perkasa, PT Samindo Utama Kaltim, PT Mintec Abadi, dan Transkon Jaya, yang bersama-sama mendukung operasional perseroan secara efisien dan handal.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





