Keteguhan hati dan kesabaran berbuah manis bagi Adna Yusri (58), seorang penjual sayur keliling asal Dusun Merbau Pendek, Desa Karang Jaya, Lampung Selatan. Setelah dua dekade menyisihkan keuntungan dari hasil berjualan, pria ini akhirnya berangkat ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji pada 5 Mei 2026 mendatang.
Perjalanan Adna Yusri menuju Baitullah bukanlah hal yang instan. Selama 20 tahun, ia harus berjuang menyisihkan sedikit demi sedikit keuntungan dari dagangan sayurnya yang tergolong kecil. Setiap harinya, ia menabung dalam jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000, tergantung pada ramai atau tidaknya pembeli.
"Awalnya nabung gitu dari uang kecil-kecil, karena sering nabungnya tiap hari, ya lama-lama jadi banyak," ujar Adna Yusri.
Baca juga: Calon Jemaah Haji Tanpa Visa Resmi Terancam Denda hingga Deportasi
Keberhasilan Adna Yusri tidak lepas dari peran besar sang istri. Sang istri dengan telaten mengumpulkan uang koin hasil jualan suaminya hingga terkumpul sebanyak enam ember. Tabungan uang receh tersebut akhirnya mencapai jumlah Rp25 juta, yang kemudian digunakan sebagai uang muka pendaftaran haji.
Kisah Adna Yusri menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk mewujudkan mimpi besar jika disertai dengan doa dan ikhtiar yang kuat. Adna Yusri kini telah berhasil melunasi seluruh Ongkos Naik Haji (ONH) dan siap terbang menuju Tanah Suci dalam hitungan hari.




