Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan transformasi Jakarta menuju 50 kota besar dunia (Top 50 Global City) pada 2030. Sebagai langkah konkret, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan rangkaian kunjungan kerja ke empat kota di tiga negara, yakni Shenzhen, Tiongkok; Seoul dan Jeju, Korea Selatan; serta Tokyo dan Kyoto, Jepang.
Kunjungan yang berlangsung pada 22 hingga 28 April 2026 ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi kota, memperluas jaringan kemitraan internasional, serta melakukan studi banding pembangunan multiaspek.
Di Shenzhen, Tiongkok, fokus utama kunjungan adalah pengembangan infrastruktur transportasi. PT MRT Jakarta menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Shenzhen Metro Group untuk mempelajari integrasi transportasi dan pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD).
Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengungkapkan bahwa Jakarta perlu belajar dari kesuksesan Shenzhen yang telah membangun 635 kilometer lini metro. "Kita harus belajar dari mereka yang sudah sukses membangun dan terintegrasi. Di Jakarta sendiri baru ada 16 kilometer. Harapannya, kerja sama ini akan berlanjut pada kolaborasi teknis di masa depan," ujar Chico dalam Primetime News, Metro TV, Rabu 29 April 2026.
Selain transportasi, Jakarta resmi menjalin hubungan sister city dengan Jeju, Korea Selatan. Kerja sama ini menitikberatkan pada pengembangan pariwisata, ekonomi digital, serta penguatan budaya populer yang menjadi keunggulan Korea Selatan.
Sektor kesehatan juga menjadi agenda prioritas. Di Seoul, Gubernur mengunjungi Seoul Boramae Medical Center dan Healing Breeze Clinic sebagai tolok ukur pengembangan pelayanan kesehatan di Jakarta, khususnya bagi rencana pengembangan RS Sumber Waras.
Sementara di Jepang, penguatan sinergi dilakukan melalui pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo guna menjawab tantangan perkotaan di kawasan Asia.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna, menilai langkah diplomasi ini bukan sekadar mengejar posisi peringkat, melainkan upaya meningkatkan kualitas hidup warga. Berdasarkan Kearney Global Cities Index 2025, peringkat Jakarta tercatat naik dari posisi 74 ke peringkat 71.
"Mengejar target global berarti meningkatkan kualitas pelayanan dan kualitas hidup. Ketika kualitas meningkat, hal itu akan menjadi kekuatan pemasaran bagi investasi, pariwisata, dan ekonomi. Targetnya jelas, salah satunya adalah mencapai 50 persen modal share penggunaan transportasi publik," kata Yayat.




