Mukjizat dialami oleh Endang Kuswati (41), seorang pekerja di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, yang berhasil selamat dari kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Endang berhasil bertahan hidup selama 12 jam di tengah himpitan jasad korban lainnya sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR.
Pada saat kejadian, Endang ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Ia berada di posisi paling bawah dan tersulit untuk dijangkau oleh petugas evakuasi. Akibat kejadian tersebut, Endang mengalami patah tulang pada kaki dan tangan.
Satu momen yang paling teringat adalah ketika Endang masih sempat menghubungi keluarganya melalui telepon seluler di tengah kondisi tubuh yang terjepit. Menggunakan tangan kirinya yang masih bisa digerakkan, ia menelepon untuk meminta pertolongan.
"Dia bilang sambil nangis, 'Aku kejepit, minta tolong, tolongin aku. Aku kejepit di kereta,'" kenang Bibi Endang, Evi Hadiningsih.
Baca juga: Data Lengkap Korban Meninggal dan Luka Kecelakaan KA di RSUD Bekasi
Keluarga besar Endang pun bernapas lega mendengar kabar tersebut. Keluarga besar bersyukur Endang masih diberi kesempatan untuk selamat dari kejadian nahas tersebut.
Proses evakuasi Endang memakan waktu yang sangat lama karena posisinya yang berada di sudut paling sulit dan tertimbun korban lainnya. Ia baru berhasil dikeluarkan dari bangkai kereta pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, atau tepat 12 jam setelah kecelakaan terjadi.
"Dia posisinya tertelungkup. Di bawahnya dia ada mayat, dan di atasnya juga ada mayat," ujar paman Endang, Mahfud.
Kini, Endang Kuswanti telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Meski mengalami trauma hebat dan luka fisik yang serius, kondisinya dinyatakan stabil dan masih dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga.




