Kampus Didorong Bangun SPPG untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis dan Ekonomi Pangan Terintegrasi

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) mendorong perguruan tinggi membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung peningkatan gizi nasional melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Peran Strategis Kampus dalam Program Gizi Nasional

Kepala BGN Dadan Hindayana menilai kampus memiliki peran strategis dalam menyukseskan program tersebut melalui pembangunan dan pengelolaan SPPG secara mandiri.

Ia mengungkapkan, "Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri."

SPPG tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis pangan yang terintegrasi.

Program ini membuka peluang besar bagi kampus untuk menghubungkan kegiatan akademik dengan praktik lapangan secara langsung.

Mahasiswa dapat terlibat dalam sektor pertanian, peternakan, hingga distribusi pangan sebagai bagian dari pembelajaran.

SPPG juga dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup untuk riset dan inovasi di bidang teknologi pertanian, pengolahan pangan, serta manajemen rantai pasok.

Kebutuhan Lahan dan Peternakan untuk Operasional SPPG

Dalam operasionalnya, satu SPPG membutuhkan sekitar 8 hektare lahan sawah untuk memenuhi kebutuhan beras.

Selain itu, diperlukan sekitar 19 hektare lahan jagung guna mendukung pakan ternak dalam rantai pasok pangan.

Sektor peternakan menjadi bagian penting, termasuk kebutuhan ayam petelur dalam jumlah besar.

Dadan menyampaikan, "Kalau ingin telurnya dipasok sendiri, maka harus ada sekitar 3.700 sampai 4.000 ayam petelur untuk satu SPPG."

SPPG juga berperan sebagai penampung utama produk pangan lokal dan menjadi penggerak ekonomi di tingkat daerah.

Ia menegaskan, "SPPG ini menjadi offtaker terdepan bagi produk-produk lokal. Jadi, bukan hanya soal memberi makan, melainkan juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan."

Program ini diharapkan memberikan dampak luas terhadap sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi melalui ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drakor Gold Land, Nasib Park Bo Young Makin Sulit Usai Temukan Emas, Bagaimana Endingnya?
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Kemarin, Prabowo ultimatum pejabat-ilmuwan hingga target kopdes
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
BPBD Gunungkidul Siapkan 1.500 Tangki Air Hadapi Kemarau Panjang
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
IHSG Ditutup di Zona Hijau Seiring Aksi Bargain Hunting Pelaku Pasar
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Gaji Ke-13 Tahun 2026 Mulai Cair Juni: Cek Siapa Saja yang Berhak Menerima, Non-ASN Dapat?
• 50 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.