Profil Arifah Fauzi, Menteri PPPA yang Usulkan Gerbong Perempuan Pindah ke Tengah, ini Rekam Jejaknya

grid.id
13 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDBerikut profil Arifa Fauzi, Menteri PPPA yang usulkan gerbong perempuan pindah ke tengah. Rekam jejaknya jadi sorotan.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengusulkan perubahan penempatan gerbong khusus perempuan pada rangkaian KRL. Usulan itu disampaikan Arifah terkait tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Profil Arifah Fauzi

Arifah Fauzi merupakan Menteri PPPA yang usulkan gerbong perempuan pindah ke tengah. Rekam jejaknya jadi sorotan.

Melansir dari Kompas.com, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, lahir di Madura pada 28 Juli 1969, adalah sosok perempuan yang memiliki peran signifikan dalam pemberdayaan masyarakat, terutama di kalangan perempuan.

Kini, beliau menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) dalam Kabinet Prabowo-Gibran, memperkuat kiprahnya dalam advokasi isu-isu perempuan dan anak di Indonesia.

Arifatul menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jakarta, termasuk di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah As Syafiiyah Jatiwaringin.

Ia melanjutkan pendidikan tingginya di Fakultas Dakwah IAIN Yogyakarta, lulus pada 1994. Arifatul meraih gelar Magister Komunikasi dari Universitas Indonesia berkat beasiswa Ford Foundation pada tahun 2002.

Di dunia organisasi, Arifatul terlibat aktif sejak masa mudanya. Ia pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) DIY pada 1989 hingga 1991 dan menduduki berbagai posisi penting di organisasi lainnya, termasuk Sekjen Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Sekretaris Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Ia juga aktif di Majelis Alimat Indonesia dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta terlibat dalam berbagai gerakan sosial, seperti Gerakan Nasional Anti Korupsi bersama NU dan Muhammadiyah.

Selain aktif di organisasi, Arifatul memiliki karier yang gemilang di berbagai bidang. Sebagai seorang produser, beliau telah memproduksi acara-acara televisi populer seperti "Syair Dzikir" di TPI dan "Hikmah Pagi" di TVRI.

 

Arifatul juga pernah menjadi Show Manager untuk konser kebangsaan kolaborasi antara Ki Ageng Ganjur dengan musisi internasional, seperti Tony Blackman dari Amerika Serikat dan Mary McBride. Ia memimpin berbagai tim seni budaya Indonesia dalam tur internasional ke berbagai negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, dan Belanda.

Di bidang sosial, beliau adalah Direktur PT Arzast Media Utama dan PT Rimang Hayu Malini, serta turut aktif dalam berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat, termasuk kerjasama Muslimat NU dengan Kementerian Desa RI untuk program pemberdayaan masyarakat desa.

Arifatul juga telah menghasilkan karya ilmiah, termasuk bukunya yang berjudul "Kabar Kekerasan Dari Bali". Ia juga menjadi penerima Beasiswa dari Ford Foundation untuk studi program Pasca Sarjana Komunikasi Universitas Indonesia, dan memiliki sertifikat kompetensinya dalam bidang MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).

Dengan latar belakang yang kuat dalam organisasi, pendidikan, dan seni budaya, Arifatul kini diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Usai membahas profil Arifah Fauzi, Menteri PPPA itu kini menjadi sorotan usai usulkan gerbong perempuan KRL dipindah ke tengah. Arifah menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diajukan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Selama ini, gerbong khusus perempuan ditempatkan di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian kereta guna menghindari penumpukan penumpang.

“Kalau tadi kami ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan dan belakang itu supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa gerbong perempuan ditempatkan di tengah,” ujar dia saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi, Jawa Barat, dikutip dari TribunJakarta.com.

Arifah menilai, penempatan gerbong khusus perempuan di bagian tengah akan lebih aman, terutama ketika terjadi kondisi darurat atau kecelakaan.

Dengan posisi tersebut, gerbong perempuan tidak berada di area yang paling berisiko saat insiden terjadi. Ia menjelaskan, gerbong depan dan belakang bisa diisi penumpang laki-laki, sedangkan gerbong perempuan berada di tengah rangkaian.

“Jadi yang laki-laki di ujung depan dan belakang sementara yang perempuan di tengah,” jelasnya.

Meski demikian, usulan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait.

 

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan terjadi antara KRL tujuan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin malam.

Peristiwa itu terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Akibat kejadian tersebut, 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka.

Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TERPOPULER: Syekh Ahmad Al Misry Masih Aktif Balas Chat, Habib Jafar Sebut Korban Tewas KRL Mati Syahid
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Waspada, Penerimaan Pajak 2026 Berpotensi Meleset hingga Rp484 Triliun
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Ikut Nikmati Duit Korupsi, Suami Bupati Fadia Dicecar KPK soal Aliran Uang
• 18 jam laludetik.com
thumb
Erin Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan Atas Dugaan Penganiayaan ART
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fakta-fakta Mengerikan Bayi Dianiaya di Daycare Banda Aceh, Pemilik Tak Kantongi Izin
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.