JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, menceritakan proses evakuasi korban kecelakaan kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam.
Ia mengungkapkan pihak Basarnas awalnya mendapatkan informasi 5 menit setelah insiden kecelakan terjadi. Petugas Basarnas kemudian langsung merapat ke lokasi kejadian.
Menurut Bramantyo, tim yang merapat ke lokasi kejadian melakukan asesmen, kemudian melaporkan kondisi di tempat kejadian peristiwa (TKP) ke kantor pusat Basarnas.
Setelah mendapat laporan, Basarnas mengambil kesimpulan bahwa kejadian kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur membutuhkan penanganan khusus.
"Kepala lokomotif yang dari kereta Argo itu menyundul masuk ke dalam gerbong paling belakang dari KRL," katanya dalam program Sapa Indonesia Siang KompasTV, Rabu (29/4/2026).
Usai tim tambahan merapat juga ke lokasi kejadian, kata dia, petugas Basarnas pun mulai melaksanakan observasi dan evakuasi.
"Di situlah dari gerbong itu ternyata setelah kami observasi, masih ada lima korban wanita yang menurut kami harus segera kami selamatkan, karena mereka lima ini masih dalam kondisi hidup," tuturnya.
Baca Juga: Cerita Korban Selamat dari Kecelakaan Kereta di Bekasi, Seorang Penumpang KRL Ngaku Terpental
Bramantyo mengatakan butuh penanganan khusus dalam proses evakuasi karena masih ada korban yang terjebak di dalam gerbong.
Ia menekankan petugas perlu kehati-hatian untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak agar tidak memperparah kondisi.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- basarnas
- evakuasi korban kecelakaan kereta
- kecelakaan
- kereta
- kecelakaan kereta
- bekasi





