JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengutarakan harapannya memiliki umur yang panjang demi melihat kejayaan Indonesia.
Ia pun mengutip "Pertemuan" karya Anna Mathovani untuk menggambarkan keinginannya untuk hidup 1.000 tahun lagi.
"Saya ingin hidup seribu tahun lagi karena saya ingin melihat Indonesia jaya, rakyat Indonesia makmur, Indonesia dihormati, dibanggakan oleh bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo dalam peresmian pembangunan 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Di Antara Tuntutan dan Harapan: Rencana Buruh Rayakan May Day 2026 Bareng Prabowo Lagi
Pemerintah tengah memulai pembangunan (groundbreaking) 13 Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pada 29 April 2026.
Prabowo menyampaikan, pembangunan 13 proyek hilirisasi itu memiliki estimasi total investasi mencapai Rp 116 triliun.
Program ini mencakup sektor energi, logam dan mineral, material konstruksi, hingga agroindustri untuk menurunkan ketergantungan impor, memperkuat rantai pasok industri nasional.
Baca juga: Teruskan MBG, Prabowo: Apa Salahnya Presiden Gelontorkan Uang ke Rakyat?
Tujuan lainnya adalah meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik, serta mendorong terciptanya peluang kerja dan aktivitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Prabowo pun menginstruksikan jajarannya untuk terus mengkaji perkembangan program hilirisasi ini secara berkelanjutan serta memastikan setiap keputusan didasarkan pada pertimbangan yang matematis dan terukur.
"Tidak ada kepentingan lain. Yang paling efisien, menguntungkan rakyat, itu yang harus dijalankan. Itu yang ingin saya sampaikan, kita harus menjadi raksasa yang tidak tidur, kita harus jadi raksasa yang bangun, dan kita akan bangun, kita akan menjadi negara yang hebat,” ujar Prabowo.
Baca juga: Garap Proyek Hilirisasi Rp 116 T, Prabowo: Kita Harus Jadi Raksasa yang Tidak Tidur
Sementara itu, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, 13 proyek hilirisasi tersebut merupakan fase kedua, setelah fase pertama dimulai dengan enam proyek hilirisasi di 11 lokasi pada 6 Februari 2026 lalu.
"Melanjutkan momentum tersebut, Bapak Presiden, kami melanjutkan dengan fase kedua di 13 proyek strategis hilirisasi nasional ini," ujar Rosan dalam acara peresmian.
Ia menuturkan, hilirisasi perlu dilakukan sebab menjadi salah satu mesin yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Prabowo Sindir Pengusaha yang Simpan Kekayaan di Luar Negeri
Terlebih, Indonesia didukung dengan kekayaan sumber daya alam yang bisa dioptimalkan melalui pengolahan di dalam negeri.
Maka dari itu, proyek-proyek hilirisasi lainnya pun tengah disiapkan Danantara. Nantinya akan dimulai pembangunan proyek hilirisasi nasional tahap tiga dan seterusnya sehingga total mencapai 30 proyek.
Rosan bilang, proyek-proyek hilirisasi tersebut dijalankan untuk menciptakan nilai tambah industri, memperkuat sektor manufaktur, serta membuka lapangan kerja.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




