Kapal bantuan Gaza dari 'Global Sumud Flotilla' dikepung militer Israel. Kapal yang mengangkut sejumlah aktivis pro-Palestina dikepung kapal militer Israel dalam perjalanan ke Gaza.
Dilansir AFP, Kamis (30/4/2026), armada tersebut terdiri dari lebih dari 50 kapal. Kapal itu berlayar dalam beberapa minggu terakhir dari Marseille di Prancis, Barcelona di Spanyol, dan Syracuse di Italia.
Dalam sebuah unggahan di X, Global Sumud Flotilla mengatakan bahwa kapal-kapal militer Israel telah "secara ilegal mengepung armada di perairan internasional dan mengancam penculikan dan kekerasan".
"Komunikasi dengan 11 kapal telah terputus," ujar organisasi tersebut.
Armada tersebut saat ini berada di lepas pantai Yunani, dekat Kreta, menurut pelacakan langsung organisasi tersebut di situs webnya.
Dalam pernyataannya, militer Israel membawa senjata. Mereka menceritakan momen mencekam saat aktivis diminta berlutut dan ditodongkan senjata.
"Perahu-perahu kami didekati oleh perahu cepat militer, yang mengidentifikasi diri sebagai 'Israel', mengarahkan laser dan senjata serbu semi-otomatis, memerintahkan para peserta untuk maju ke depan perahu dan berlutut," tambah organisasi tersebut.
"Komunikasi perahu sedang dihalangi, dan sinyal SOS telah dikeluarkan," katanya.
Diketahui, pada akhir tahun 2025, armada awal sekitar 50 perahu, yang terdiri dari tokoh politik dan aktivis seperti Greta Thunberg dari Swedia, diserbu oleh angkatan laut Israel - secara ilegal menurut penyelenggara dan Amnesty International.
Para awak kapal ditangkap dan diusir oleh Israel.
Jalur Gaza, yang dikuasai oleh Hamas, telah berada di bawah blokade Israel sejak tahun 2007. Israel dan Palestina saling menuduh melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, setelah dua tahun perang.
(zap/whn)





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5570350/original/072473700_1777522635-IMG_20260430_095956.jpg)