Permintaan Emas Global Naik 2 Persen pada Kuartal I 2026 Didorong Investasi dan Bank Sentral

pantau.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Permintaan emas global tercatat meningkat 2 persen secara tahunan menjadi 1.231 ton pada kuartal pertama 2026, didorong lonjakan investasi emas batangan dan pembelian oleh bank sentral.

Laporan Dewan Emas Dunia (World Gold Council/WGC) menyebut permintaan emas batangan dan koin melonjak 42 persen menjadi 474 ton, mencatatkan kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Peningkatan tersebut dipicu oleh tingginya minat investor, khususnya dari kawasan Asia, terhadap instrumen investasi emas.

Perubahan Pola Konsumsi

Konsumsi perhiasan emas tercatat sebesar 300 ton atau turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, nilai pengeluaran untuk perhiasan justru meningkat 31 persen yang menunjukkan sentimen pasar tetap positif.

Di sisi lain, permintaan emas untuk sektor teknologi naik tipis 1 persen menjadi 82 ton.

Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh kebutuhan infrastruktur artificial intelligence (AI).

Pasokan dan Cadangan Emas

Bank-bank sentral terus menambah cadangan emas global dengan peningkatan sebesar 244 ton pada kuartal pertama 2026.

Sementara itu, total pasokan emas global juga meningkat 2 persen menjadi 1.231 ton.

Kenaikan pasokan dipengaruhi oleh pertumbuhan moderat produksi tambang serta peningkatan aktivitas daur ulang sebesar 5 persen.

Laporan ini menegaskan peran emas yang tetap kuat sebagai instrumen investasi dan cadangan nilai di tengah dinamika ekonomi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lepas E4 EV Siap Masuk Indonesia dalam Waktu Dekat, Range Tembus 500 Km
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Siswa Penabur Pamerkan Prototipe Smart City IKN untuk Pengendalian Karhutla dan Banjir
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Masih Diselidiki, Polisi Gunakan Metode TAA
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
BCA (BBCA) Realisasikan Buyback Saham Mulai 28 April 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Doktor ITS Ciptakan Kerangka Kerja Reformasi Birokrasi Daerah: “Selama Ini Evaluasi Masih Normatif”
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.