JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Harjito mengaku namanya sering dicatut dalam praktik penipuan, terutama terkait pembukaan suspend Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut dia, pelaku mengatasnamakan dirinya dalam komunikasi resmi palsu dengan pengelola SPPG. Ia menyebut sudah banyak pihak yang tertipu.
"Nama saya sering dipakai untuk penipuan. Sudah banyak yang tertipu," kata dia di Jakarta, Rabu (29/4/2026), seperti dikutip dari keterangan tertulis BGN.
Baca Juga: Kepala BGN Ceritakan saat Presiden Menelepon Tanyakan Pengadaan CCTV SPPG
Harjito menjelaskan, modus penipuan yang digunakan oleh pelaku berbeda dengan modus penipuan pada umumnya. Mereka tidak secara langsung meminta imbalan.
Namun, mereka menggunakan surel dengan kop atau identitas yang menyerupai BGN, meski bukan berasal dari kanal resmi instansi.
Modus itu menyebabkan penerima pesan percaya bahwa informasi tersebut valid dan berasal dari otoritas yang sah.
Dia mengimbau agar masyarakat, khususnya pengelola SPPG, lebih berhati-hati terhadap surat atau email yang mencurigakan.
Baca Juga: BGN Buka Akses Cek Data MBG, Siapkan Sistem Terpadu Nasional
"Jika menerima email atau surat yang mengatasnamakan BGN tetapi menggunakan kop tidak resmi atau sumber yang tidak jelas, sebaiknya tidak langsung ditindaklanjuti,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- badan gizi nasional
- bgn
- sppg
- satuan pelayanan pemenuhan gizi
- penipuan





