JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah riuh aktivitas permukiman padat RW 07 Manggarai, Jakarta Selatan, es teh gentong bukan sekadar minuman pelepas dahaga.
Bagi sebagian warga, minuman manis dingin dalam plastik bening itu telah menjadi kebutuhan harian yang selalu masuk dalam daftar pengeluaran.
Di Manggarai, minuman ini dikenal sebagai es teh gentong karena disiapkan dalam ember plastik bening berukuran besar sebelum dituangkan ke dalam kantong plastik.
Di beberapa tempat lain, minuman serupa juga disebut “es cekek” karena dikemas dalam plastik yang harus digenggam saat diminum.
Baca juga: Kampung Es Teh Gentong Manggarai Jaksel, Bertahan di Tengah Gempuran Minuman Kekinian
Sejak pukul 09.00 WIB, warung es teh gentong di RW 07 sudah mulai ramai pembeli. Sebagian warga bahkan memiliki kebiasaan mengonsumsi es teh gentong saat bangun tidur atau sebelum beraktivitas, sementara lainnya menjadikannya pelengkap makan siang.
Bagi sebagian warga, kebiasaan ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi rutinitas yang sulit ditinggalkan.
Menyiapkan budget khusus
Salah satu warga, Yati (53), mengaku hampir tidak pernah melewatkan es teh gentong setiap hari, terutama saat makan siang.
"Di atas jam 12.00. Biasanya makan siang, pas makan siang minumnya tuh selalu es teh," kata dia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (29/4/2026).
Ibu dua anak ini mengatakan kebiasaan tersebut sudah melekat sejak kecil, sehingga terasa ada yang kurang jika tidak mengonsumsinya.
Hal itulah yang membuatnya menyiapkan anggaran khusus setiap hari.
"Ada (budget khusus), minimal kalau sekali beli kan Rp 2.000 tuh, minimal ya tiga kali, Rp 6.000 lah," tutur dia.
Dalam sebulan, Yati memperkirakan mengeluarkan sekitar Rp 180.000 untuk membeli es teh gentong, bahkan bisa lebih jika frekuensi pembelian meningkat.
Ia juga mengaku tetap akan membeli meski harga naik.
"Ya mau naik mau ini juga namanya kalau sudah faktor kebutuhan sih ya dibeli-beli aja sih sebenarnya," kata dia.
Baca juga: Mimpi Pramono Sulap Bantaran Kali Ciliwung Jadi Tempat Nongkrong Kekinian