KOMPAS.com – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa sukses menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula SKB Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Senin (13/4/2026).
Sebanyak 100 guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen terlibat dalam kegiatan tersebut.
Bimtek SPAB yang berlangsung pada 13–18 April 2026 ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bireuen, Razuardi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan pendidikan untuk mengurangi risiko bencana.
“Para guru tidak hanya harus mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga memastikan keselamatan peserta didik serta menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat,” ujar Razuardi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen dalam mendukung program pengurangan risiko bencana di sektor pendidikan.
Baca juga: Risiko Bencana Makin Intens, Khofifah Dukung Pembangunan Tanggul Laut Raksasa
Dukungan tersebut dilakukan melalui kebijakan, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
“Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat merupakan langkah strategis dalam mewujudkan satuan pendidikan yang aman dari bencana,” tambah Razuardi.
Dalam pelaksanaannya, program Bimtek SPAB diawali dengan koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan. Tahap berikutnya adalah verifikasi lapangan di sejumlah kecamatan untuk memastikan kesiapan sekolah yang menjadi sasaran program.
Para peserta kemudian mengikuti pelatihan tatap muka selama dua hingga tiga hari. Materi yang diberikan mencakup kajian risiko bencana di lingkungan sekolah, penyusunan peta risiko dan jalur evakuasi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kedaruratan, hingga simulasi evakuasi warga sekolah.
Baca juga: Damkar Gresik 3 Kali Evakuasi Perempuan Berbobot 400 Kg, ke Rumah Sakit hingga Pemakaman
Penguatan kapasitas guru dalam mitigasi bencanaKepala Bagian Mitigasi dan Pendidikan serta Pelatihan Bencana DMC Dompet Dhuafa Achmad Lukman menjelaskan bahwa kegiatan itu bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan terhadap potensi bencana di lingkungan sekolah.
“Peserta berasal dari 20 sekolah di Kabupaten Bireuen. Setelah mengikuti pelatihan, para guru juga akan mendapatkan sertifikat,” ujarnya.
Lukman berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah masing-masing.
Dengan demikian, kapasitas guru dalam mitigasi bencana dapat berdampak langsung pada peningkatan keselamatan lingkungan belajar.
“Harapannya, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana,” kata Lukman.
Baca juga: Rawan Macet dan Potensi Bencana, Polda Jatim Siaga di 488 Tempat Wisata
Selain peningkatan kapasitas guru, program tersebut juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih siap, mulai dari penataan sarana dan prasarana, penyediaan jalur evakuasi yang jelas, hingga penentuan titik kumpul dalam keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, DMC Dompet Dhuafa berharap budaya sadar bencana dapat tumbuh dan mengakar di lingkungan pendidikan.
Dengan keterlibatan aktif para guru, upaya mewujudkan sekolah aman bencana di Kabupaten Bireuen diharapkan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi keselamatan peserta didik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




