Pantau - Aktivitas Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, masih didominasi gempa letusan dengan status Level III atau Siaga pada Kamis pagi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB tercatat 15 kali gempa letusan dengan amplitudo 12-22 mm dan durasi 77-123 detik.
Ia mengungkapkan, "Pengamatan kegempaan pada Kamis pukul 00.00-06.00 WIB tercatat sebanyak 15 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 77-123 detik."
Erupsi Terjadi Tiga Kali dalam SehariGunung setinggi 3.676 mdpl itu juga mengalami tiga kali erupsi pada Kamis, masing-masing pada pukul 00.28 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak, serta pada pukul 01.14 WIB dan 07.30 WIB yang tidak teramati secara visual karena tertutup kabut.
Selain gempa letusan, aktivitas lain yang tercatat meliputi satu kali gempa guguran dan lima kali gempa embusan.
Liswanto menyampaikan, "Untuk pengamatan visual, gunung api tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah selatan dan barat daya."
Imbauan Waspada bagi MasyarakatDengan status Siaga, masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak serta dalam radius 5 kilometer dari kawah.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena potensi awan panas dan lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer.
Liswanto menegaskan, "Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)."
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.




