The Fed Tahan Suku Bunga, Diwarnai Perbedaan Pendapat Terbesar sejak 1992

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed, mempertahankan suku bunga acuan stabil. Lembaga itu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5-3,75% dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), Rabu (29/4) sore waktu setempat. 

Para pejabat The Fed memang tidak mengubah suku bunga. Akan tetapi, mereka mengungkapkan semakin dalamnya perbedaan pendapat di internal mengenai prospek kebijakan di tengah meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik geopolitik.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (30/4), empat pejabat The Fed memberikan suara menentang terhadap keputusan mempertahankan suku bunga tersebut.

Pertemuan itu disebut menjadi yang terakhir bagi Ketua The Fed Jerome Powell, sebelum ia mundur dari jabatannya pada Mei 2026. Sejatinya, jabatannya berakhir pada Januari 2028. 

Dalam konferensi pers terakhirnya sebagai ketua The Fed, Powell mengutarakan maksudnya untuk tetap berada di bank sentral sebagai anggota Dewan Gubernur. 

Ia mengatakan, para pejabat Departemen Kehakiman AS telah meyakinkannya selama akhir pekan bahwa mereka tidak akan memulai kembali penyelidikan kriminal yang kontroversial terhadap bank sentral AS itu, kecuali jika pengawas internal Fed merekomendasikan hal itu.

Namun, kata Powell, jaksa agung AS untuk Distrik Columbia mengatakan, mereka mungkin akan membuka kembali penyelidikan jika memang diperlukan.

“Saya sudah mengatakan bahwa saya tidak akan meninggalkan Dewan (Gubernur The Fed) sampai investigasi ini benar-benar selesai dengan transparan dan tuntas, dan saya tetap berpegang pada itu,” kata Powell, dikutip dari Bloomberg. 

“Saya akan pergi ketika saya pikir itu tepat untuk dilakukan,” ucapnya. 

Tiga suara yang tidak setuju untuk mempertahankan suku bunga datang dari Presiden Regional The Fed Cleveland, Beth Hammack; Presiden Regional Minneapolis, Neel Kashkari; dan Presiden Regional Dallas, Lorie Logan. 

Dari sisi anggota Dewan Gubernur, Stephen Miran juga menyampaikan pendapat berbeda dan mendukung pengurangan suku bunga sebesar seperempat poin.

Hasil voting 8:4 ini terjadi pertama kali sejak Oktober 1992, di mana empat pejabat berbeda pendapat terhadap keputusan FOMC atau Komite Pasar Terbuka Federal.

Menyikapi perbedaan tersebut, Powell mengatakan bahwa hal itu mencerminkan bahwa inti komite sedang bergerak menuju posisi yang lebih netral.

“Mayoritas dari kami merasa tidak perlu mengirimkan sinyal tentang hal itu saat ini,” kata dia.

Adapun imbal hasil obligasi Treasury jangka pendek naik setelah keputusan tersebut. Suku bunga obligasi dua tahun naik hingga 11 basis poin menjadi 3,95% pada Rabu (29/4). Sementara para pedagang menambah taruhan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada 2027. Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang lainnya.

Kepala riset AS di Societe Generale, Subadra Rajappa mengatakan, perbedaan ini mengejutkan pasar. 

“Perbedaan pendapat tersebut jelas mengejutkan kami dan pasar, dan berpotensi membuka jalan bagi pergeseran dari kecenderungan pelonggaran kebijakan moneter pada pertemuan mendatang,” katanya. 

Perpecahan di FOMC mendapat sorotan pada satu frasa dalam pernyataan yang merujuk pada "luas dan waktu penyesuaian tambahan" terhadap suku bunga. 

Setelah pengurangan pada akhir 2025, ungkapan tersebut menunjukkan bahwa The Fed pada akhirnya akan melakukan pemotongan lebih lanjut. 

Sejak Januari, banyak pejabat mendorong perubahan yang akan memberi sinyal tentang kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga, namun tidak terealisasi. 

Di sisi lain, keputusan Powell untuk tetap menjabat di Dewan Gubernur akan menggagalkan kesempatan Presiden AS Donald Trump untuk mengisi kekosongan baru di The Fed.

Secara tradisional, ketua The Fed mengundurkan diri dari bank sentral sepenuhnya ketika masa jabatan berakhir. Namun, Powell yang masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada 15 Mei, dapat tetap menduduki kursinya di Dewan Gubernur hingga Januari 2028.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 30 April 2026, Berawan Seharian Cocok untuk Beraktifitas Luar Ruangan
• 16 jam laludisway.id
thumb
Yayasan Second Chance Dukung Kemenimipas Tindak Ratusan Oknum Pegawai
• 4 jam laludetik.com
thumb
Trending karena Kecelakaan Kereta, Simak Proses Rekrutmen dan Syarat Jadi Sopir Green SM
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Pacu ekonomi, Kepala BRIN dorong penguatan ekosistem riset dan inovasi
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Purbaya: Realisasi MBG Tembus Rp 70,2 T sampai April 2026
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.