Bisnis.com, MAKKAH — Sebanyak 360 jemaah haji Indonesia kloter YIA 1 mulai diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah setelah menuntaskan ibadah Arbain, menandai dimulainya fase penting ibadah haji di Tanah Haram, diawali dengan pelaksanaan umrah wajib.
Pergerakan jemaah ini berlangsung dalam suasana khidmat, sekaligus menjadi transisi penting dari fase ibadah di Masjid Nabawi menuju rangkaian utama ibadah haji di Masjidilharam dan Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).
Ketua Kloter YIA 1, M. Qomaruzzaman, memastikan bahwa seluruh jemaah dalam rombongan berangkat dalam kondisi lengkap tanpa ada yang tertinggal.
"Alhamdulillah, jumlah jemaah kami tetap utuh, yakni 360 orang. Semuanya dalam kondisi fit dan siap melanjutkan perjalanan suci ini ke Baitullah," ujar Qomaruzzaman sebelum keberangkatan di Masjid Dzulhulaifah atau Masjid Bir Ali, Madinah, Kamis (30/4/2026).
Selama berada di Madinah, seluruh jemaah berhasil menyelesaikan program Arbain, yakni melaksanakan salat berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi. Pencapaian ini didukung oleh lokasi hotel yang berada di ring satu, sehingga memudahkan akses jemaah ke masjid.
Kedekatan akomodasi tersebut dinilai menjadi faktor penting, terutama bagi jemaah lanjut usia, dalam menjaga konsistensi ibadah tanpa terkendala mobilitas.
Baca Juga
- Jemaah Kirim Oleh-Oleh Haji Lebih Awal Pakai Kargo, Agar Fokus Ibadah saat Di Makkah
- Ada 56 Unit Bus Khusus Jemaah Haji Disabilitas, Bisa Dipanggil Langsung ke Halte Dekat Hotel
- Jemaah Haji Indonesia Masuk Makkah Mulai Besok, Bersiap Jalankan Rukun Haji
Qomaruzzaman mengatakan pengalaman spiritual selama di Madinah menjadi bekal penting bagi jemaah sebelum memasuki fase ibadah di Makkah.
"Rasanya sangat tenang di sini. Bisa setiap saat menyapa dan merasa dekat dengan Rasulullah di Nabawi adalah anugerah terbesar bagi kami sebelum berjuang di Makkah nanti," katanya.
Rombongan YIA 1 mengambil miqat di Masjid Bir Ali untuk mengenakan ihram dan berniat umrah sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Makkah.
Petugas kloter mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, terutama dengan memastikan kecukupan cairan dan stamina, mengingat suhu udara yang cukup tinggi selama perjalanan dan aktivitas ibadah di Makkah.
Pergerakan kloter YIA 1 ini menjadi bagian awal dari gelombang perpindahan jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah yang berlangsung secara bertahap menjelang puncak ibadah haji.





