JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, berencana melakukan asasmen dan memberi dukungan program pemberdayaan sosial untuk seluruh korban kecelakaan kereta api di Bekasi.
Saifullah menyampaikan rencana itu di sela kunjungannya ke rumah duka Nuryati (63), salah satu korban KRL di Kemayoran, Jakarta, Rabu (29/4/2026).
"Semuanya akan kita lakukan asesmen dan akan kita berikan dukungan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kebutuhan setiap keluarga kan berbeda-beda," kata Saifullah, seperti dikutip Antara, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Penampakan Barang-Barang Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, HP hingga Alas Kaki
Sebagai informasi, kecelakaan kereta api tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.55 WIB, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang (PLB 5568A) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.
Berdasarkan data terbaru, peristiwa tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Saifullah menegaskan kehadiran negara melalui Kementerian Sosial merupakan arahan langsung dari Presiden untuk memberikan atensi terhadap keluarga korban.
Ia juga menyebut korban Nurhayati sebagai sosok pahlawan ekonomi keluarga sekaligus aktivis sosial yang aktif di organisasi sebagai pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
"Beliau memiliki usaha warung kecil-kecilan yang selama ini menghidupi keluarga. Kami ingin musibah ini tidak menggoyahkan ekonomi keluarga, maka akan kami dampingi agar usaha tersebut bisa dipertahankan, bahkan kalau perlu naik kelas," ujarnya.
Baca Juga: MTI Soroti Pintu Perlintasan Liar di Jalur Kereta, Dorong SKB 3 Menteri
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- menteri sosial
- mensos
- saifullah yusuf
- korban kecelakaan kereta api
- kecelakaan kereta api





